APBD Kecil Tidak Membuat Mesuji Tertinggal, Khamami Mampu Cengangkan Belbagai Pihak

APBD Kecil Tidak Membuat Mesuji Tertinggal, Khamami Mampu Cengangkan Belbagai Pihak

gentamerah.com|Mesuji –  Hadirnya Kota  Terpadu Mandiri (KTM) di Kabupaten Mesuji, Lampung membuat daerah yang umurnya  belum genap 10 tahun tersebut menjadi sorotan berbagai kalangan. Tentu dengan alasan kemajuan kabupaten setempat sangat melejit, apalagi KTM Mesuji tersebut akan dijadikan pusat percontohan nasional dalam pengelolaan kawasan daerah tertinggal.

Tampil dilayar salah satu stasiun televisi Nasional, Bupati Khamami dinilai piawai memangement keuangan daerah yang relatif kecil dengan hasil luar biasa, didapuk menjadi nara sumber utama dalam Program Primetime Talk Program Kawasan Transmigrasi Melalui Revitalisasi KTM dan Kemitraan, pada Selasa (31/7/2018) pukul 18.05 Wib.

Pelaksana Tugas Harian (Plt)  Kepala Bagian Humas Protokol Sekretariat Daerah Mesuji, Selamet Sulaiman.S.Ag mengatakan,  sebelumnya, Khamami juga tampil pada program 'Bingkai Inspirasi' yang ditayangkan oleh stasiun televisi Kompas TV.

"Melihat keberhasilan dan perkembangan Mesuji yang begitu pesat, meski usianya baru menginjak 9 tahun dengan APBD yang kecil. Lantaran kepiawaian Bupati Khamami dalam mengelolanya, banyak pihak yang kagum dan penasaran apa kunci keberhasilan Pak Bupati kita ini, " ungkapnya.

Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang terletak di Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung, rencananya akan menjadi pusat percontohan nasional dalam pengelolaan kawasan daerah tertinggal. Di  wilayah tersebut, tepatnya di desa Wonosari terdapat Rice Milling Plant(RMP), ditopang dari Program transmigrasi, dan telah diresmikan secara langsung oleh bapak Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo belum lama ini.

Saat ini, dilokasi itu telah tersedia sarana prasarana pendidikan, kesehatan, pemerintahan, insfrastruktur KTM dan sosial keagamaan, produksi serta pemasaran, pasar basah, pasar kering. Pusat bisnis, termasuk RMP dan Bulok, 16 Badan usaha milik desa BUMDES, ada pasar, delapan koperasi, wisata air dan kuliner.

Dibawah komando Khamami, KTM Mesuji menjadi salah satu daerah yang cukup berhasil, bahkan saat ini RMP sudah mampu mendorong para petani setempat, untuk tidak lagi menjual gabah tetapi beralih menjual beras, dengan kemasan yang menarik dan memiliki market/pemasaran yang sangat luas. Disamping itu, berasnya enak sekali.

"Dengan adanya RMP ini juga sekarang  Mesuji tidak lagi mengimpor beras dari luar wilayah. khususnya para petaninya semakin sejahtera, aparatur desa, BPD,  Dan Aparatur Sipil Negara (ASN) semuanya membeli beras produksi RMP," ujar Syeh Leman.

Penulis : Nara
 Editor : Seno