Permintaan Tinggi, Petani Nelayan Lamteng Kembangkan Budidaya Ikan Baung

Permintaan Tinggi, Petani Nelayan Lamteng Kembangkan Budidaya Ikan Baung
Wakil Bupati (Wabup) Lamteng, Loekman Djoyosoemarto, saat meninjau panen ikan baung air tawar di kolam rowo Ireng, milik petani nelayan, di Kecamatan Seputihbanyak, Jum'at (20/7/2018). Foto: Gunawan/gentamerah.com

gentamerah.comLampung Tengah – Potensi pengambangan ikan air tawar jenis baung, di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) cukup baik dan menjanjikan, sehingga dapat dijadikan Peluang besar bagi petani nelayan. Warga harus dapat memanfaatkan lingkungan yang ada.

"Ikan air tawar jenis baung memiliki nilai jual yang cukup tinggi, masyarakat harus bisa menangkap peluang ini, dengan memanfaatkan rawa atau saluran air yang ada disekitarnya," kata Wakil Bupati (Wabup) Lamteng, Loekman Djoyosoemarto, saat meninjau panen ikan baung air tawar di kolam rowo Ireng, milik petani nelayan, di Kecamatan Seputihbanyak, Jum'at (20/7/2018).

Diakui Wabup, meski pengembangan ikan baung agak rumit, namun sebanding dengan nilai jual dipasaran yang cukup tinggi. Dengan semakin bertambahnya rumah makan yang menyediakan menu pindang baung, menjadi sebuah peluang yang sangat baik.

"Sekarang banyak rumah makan, yang menyediakan menu pindang baung, ini nantinya bisa diajak kerjasama dengan petani nelayan kita, agar para pemilik rumah makan cukup membeli ikan baung di Lampung Tengah," ujarnya optimis.

Kadis Perikanan Lamteng, Kuswadi Swardi mengatakan, sejak beberapa tahun lalu, Lampung Tengah telah menjadi salah satu produsen ikan air tawar terbesar di Lampung. Namun untuk ikan jenis baung masih langka, sementara permintaan pasar sangat tinggi.

Kedepan, untuk memenuhi permintaan pasar, Dinas Perikanan Lamteng, akan mengadakan pelatihan tata cara budidaya ikan air tawar jenis baung. Saat ini, harga jual ikan jenis ini dipasaran antara Rp45-60 ribu/Kg.

"Ikan baung ini akan kita budidayakan secara baik, saat ini sudah ada 12 kelompok tani nelayan, yang siap membudidayakan ikan jenis baung, mereka tersebar di wilayah Trimurjo, Simpangagung, Kotagajah, Seputihraman dan Way Seputih," jelasnya.

Penulis : Gunawan
 Editor : Seno