16 Tahun Dihibahkan, Pemkab Pringsewu Terbengkalaikan Stadion Waringinsari Barat

16 Tahun Dihibahkan, Pemkab Pringsewu Terbengkalaikan Stadion Waringinsari
Foto : Ilustrasi

gentamerah.comPringsewu- Kendati telah dihibahkan sejak 16 tahun silam, stadion lapangan bola yang ada di Pekon (Desa) Waringinsari Barat, hingga saat ini terkesan diabaikan, tanpa adanya pemeliharaan oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus maupun Pemkab Pringsewu, Lampung. Hal tersebut menjadi pertanyaan bagi penghibah lahan.

Stadion lapangan bola yang luasnya kurang lebih satu hektar tersebut, dihibahkan oleh Woto Siswoyo, Kepala Pekon Waringinsari Barat, dianggap ngambang, baik dari Pemkab Tanggamus, maupun Pemkab Pringsewu.

“Selaku kepala pekon, saya  berhak dong mempertanyakan masalah ini. Lokasi itu sudah dihibahkan 16 tahun silam,  kalau statusnya tidak jelas, lebih baik dikembalikan ke Pekon,  biar jadi aset Pekon. Selama ini perawatan stadion tersebut menggunakan dana pribadi, tapi bila Pemerintah Kabupaten Pringsewu mau mengambil alih,  tolong dikelola dan dibenahi,  kalau perlu programkan pembangunan tribun," kata Woto Siswoyo, Rabu (01/08/2018).

Menurutnya, Stadion tersebut telah banyak mencetak atlit. “Seperti SSB, bisa  masuk delapan besar di Provinsi Lampung, mewakili Kabupaten Pringsewu. Ini berawal dari stadion itulah,” kata dia.

Sementara itu, Kepla Dinas oemuda dan olahraga (Kadis Pora) Pringsewu, Syamsi Kasim  mengelak jika Stasion Waringinsari Barat tersebut, telah jadi aset pemda setempat. “Setahu  saya yang aset pemda itu Lapangan Kuncup, Gor Mini, Lapangan Gadingrejo dan Terminal,” ujarnya.

Terkait Stadion Waringinsari Barat, Syamsi akan mempertanyakan ke bagian aset. “Nanti saya akan dikordinasikan dengan Bagian Aset Pemkab. “Kalau masalah SSB masuk delapan besar, itu  program Dispora di tahum 2019. Memang lagi giat giatnya mencari bakat atlit untuk cikal bakal atlit kedepan,” kata dia.

Penulis : L.Roysamuel.V.S
 Editor : Yana