Geliatkan Wira Usaha Napi, Kalapas GunungsugihGaet Berbagai Mitra

Geliatkan Wira Usaha Napi, Kalapas GunungsugihGaet Berbagai Mitra

gentamerah.com| Lampung Tengah – Nara pidana (Napi) Lapas Gunungsugih, Lampung Tengah ingin membuktikan kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat,  khususnya Kampung Buyut Udik dan sekitarnya dengan berkarya, salah satunya pembuatan closed.

“Tak henti-hentinya kami berupaya mencari mitra usaha, untuk meningkatkan produktifitas para Napi, tidak hanya memberikan berbagai pelatihan keterampilan dan usaha saja, namun juga dapat memberikan kontribusi positif dan aktif kepada masyarakat, sebagai wujud mengisi pembangunan sekaligus pengungkapan rasa bersalah kepada masyarakat dengan berkarya nyata,” kata Kalapas Gunungsugih, Syarpani, saat menerima kunjungan Auditor Madya Inspektorat Jenderal (Irjend) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Gunungsugih, Rabu (15/8/2018).

Kunjungan tersebut guna  melakukan audit kinerja Program Pencegahan dan Penurunan Stunting, pada Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Tengah (Lamteng) ke lapas setempat.

Syarpani mengataka, Lapas telah melakukan kerja sama pembuatan kloset, yang bekerja sama dengan Puskesmas Gunungsugih, sejak beberapa waktu lalu, dalam rangka mensukseskan program Pencegahan dan Penurunan Stunting, dengan memproduksi bowel closet produksi Narapidana (Napi), sebagai wujud peran aktif di mata Nasional dalam mensukseskan program ini.

“Masih banyak rumah warga yang belum memiliki jamban WC layak pakai, jadi kami berinisiatif dengan memproduksi bowel closet, sebagai salah satu cara pencegahan dan penurunan stunting, dengan memproduktifkan pasukan merah putih Narapidana, yang bekerja sama dengan Puskesmas Gunungsugih,” kata Syarpani.

Retno Budiarti, Auditor Madya Inspektorat Jenderal Kemenkes RI, atau Pengendali Teknis Audit Kinerja Program Pencegahan dan Penurunan Stunting pada Dinas Kesehatan Lamteng,  memberikan apresiasi yang luar biasa kepada pihak Lapas, atas terjalinnya kerjasama dibidang kesehatan, baik yang di dalam Lapas maupun kepedulian terhadap lingkungan masyarakat sekitar Lapas.

“Sebagai perwakilan Inspektorat Jendral Kemenkes RI., kami sangat berterima kasih atas kontribusi Lapas, dalam program pencegahan dan penurunan stunting, dengan memproduksi bowel closet yang dibagikan secara gratis, semoga kerjasama ini dapat berlanjut dan diikuti oleh seluruh Dinkes seluruh Indonesia. Saya akan laporkan secara khusus kepada Menteri Kesehatan,” Tutup Retno.

Kegiatan kunjungan dari pemerintah pusat ini, diakhiri dengan berkeliling sekitar dalam Lapas, meninjau beberapa fasilitas pembinaan para Napi yang ada di dalam Lapas.
Penulis : Gunawan
 Editor : Yana