Motor Terbang “Jokowi” Gitu Kok Direpotin


Motor Terbang “Jokowi” Gitu Kok Direpotin

Ngapain pakai aksi gitu segala, tapi secara ide kreatif, sangat baguslah,” celoteh seorang kawan kepadaku saat duduk di warung Soto Mak Rika.
Aku dan dua rekanku awalnya hanya diam, sambil tersenyum. Karena kami paham aksi apapun siapapun ketika itu menyangkut ketidaksengan maka yang muncul ya nyinyir. “Halah gitu aja mau dibahas den, itu baru moge terbang, belum kalau pakai mobil terbang,” timpal kawan disebelah kiri dudukku.

Jika tampil beda adalah sebuah kesalahan, maka duduk manis dibelakang meja, mungkin juga dijadikan bahan perbincangan. “Apapun yang terjadi yang terpenting adalah semua pihak menyambut Asian Games 2018 dengan gembira,” ini cuitan twitter mas Jokowi.

“Lalu dimana masalahnya, kebut-kebutan, melegalkan atraksi motor dijalanan. Hah, ini kan hanya sebuah moment saja,” ujar kawan sambil nyeruput kopi pahitnya.
Saat ini, kata kawanku, musimnya buah nyinyir, sayur hujat menghujat dan jus jatuh menjatuhkan. Tinggal bagaimana masyarakat Indonesia melihat dan menilai saja. Mengemas buah, sayur dan jus itu biar lebih nikmat tentu perlu kesabaran dan kepahaman.

“Lah, kok semua jadi repot gitu, masalah Pilpres nanti, ya itu urusan nanti. Siapa yang menang siapa yang kalah, bukan kelompok penentunya tapi seluruh rakyat RI ini,” kata sahabatku yang baru datang.

Aku hanya berpendapat, biarkan para calon saling cari atraksi masing-masing dengan gayanya masing-masing. Karena kemenangan nanti juga masing-masing. Masa iya kalah sama Joni, yang sigap naik tiang bendera ketika talinya putus tanpa peduli teriakan kanan kiri. Dengan satu tekad, bendera merah putih harus berkibar. Dan kini dia jadi pemenang tanpa lawan.

Satu kalimat yang ingin kusampaikan, Selamat Berjuang Kepada Seluruh Atlet dalam ASIAN GAME 2018.***