Ngawur, Pembakaran Tebu PT GMP, Akibatnya Api Nyaris Membumihanguskan Ratusan Rumah Warga

Ngawur,  Pembakaran Tebu PT GMP, Akibatnya Api Nyaris Membumihanguskan Ratusan Rumah Warga

gentamerah.com|Lampung Tengah – Terbakarnya lahan tebu milik petani mitra PT Gunung Madu Plantation (GMP), nyaris membumihanguskan perumahan warga yang berada di perumahan Rakata Kelurahan Gunungsugih, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng), Selasa (21/8/2018).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30 Wib.,  kobaran api yang membesar dibantu tiupan angin, seperti tak terkendali hingga hampir menyeberang ke pemukiman perumahan. Menyaksikan amukan api, seluruh warga penghuni perumahan menjadi panik, khawatir hal buruk terjadi menimpa mereka.

Menurut keterangan sejumlah warga, api tersebut berasal areal perkebunan tebu tersebut berbatasan langsung dengan tembok pagar belakang perumahan. Salah satu pemilik rumah yang ada di perumahan, Viki (33), diduga lahan tebu sengaja dibakar, karena akan dipanen.

"Ini musim kemarau, tapi kenapa nekat membakar lahan tebu ini. Lahan tebu ini kalo gak salah milik petani kemitraan GMP. Sandainya kami tidak segera memadamkan api, kami tidak tau bagimana nasib rumah kami," ujarnya.

Senada dengan Imron, kobaran api yang tingginya mencapai 3 meter itu, sudah menyentuh langsung ke tembok pagar perumahan. Dengan segala upaya, warga sekitar berusaha memadamkan api, yang terlihat semakin membesar.

"kobaran api membesar sekitar pukul 18.30 Wib. tinggi api hampir tiga meter. Beruntung ada warga yang cepat melihat, api yang mulai mendekat ke tembok perumahan berhasil dipadamkan," jelasnya.

Anggota Polsek Gunungsugih, yang menerima laporan tersebut langsung menuju TKP, dan tidak berselang lama, beberapa unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik BPBD Pemkab Lamteng, juga tiba di lokasi dan langsung memadamkan api. Dan baru sekitar pukul 22.00 Wib. seluruh titik api berhasil dipadamkan.

"Kebakaran ini sudah menjadi acaman keamanan lingkungan, kami berharap tidak ada lagi lahan perkebunan tebu yang berdekatan dengan pemukiman warga. Karena kalau terjadi kebakaran rumah, siapa yang akan bertanggung jawab," tegas warga.

Penulis : Gunawan
 Editor : Yana

Post a Comment

0 Comments