Penghuni Lapas Gunungsugih Overload, Remisi Mengurangi Beban Anggaran

Penghuni Lapas Gunungsugih Overload, Remisi Mengurangi Beban Anggaran
Kepala Lapas Gunungsugih, Syarpani 

gentamerah.com| Lampung Tengah - Guna menghindari Over Crowded, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas lll Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng), melakukan penghematan anggaran. Untuk menerapkan hal tersebut, seluruh kegiatan harus melalui perencanaan yang matang, dan harus tepat sasaran.

Kepala Lapas Gunungsugih, Syarpani mengatakan,  kebijakan pemberian remisi terbukti dapat menghemat biaya makan dan minum para Napi. Remisi umum tahun 2018, juga telah menghemat anggaran biaya makan narapidana sebesar Rp212.121 ribu/ orang/ hari, yaitu dengan perhitungan sebesar rata-rata Rp14.700, dikalikan jumlah hari yang dihemat karena remisi.

“Pada 2018 ini, jumlah Napi yang menerima Remisi Umum (RI) satu (1) yaitu sebanyak 242 orang, 85 orang menerima remisi 1 bulan, 95 orang menerima remisi 2 bulan, 45 orang menerima remisi 3 bulan, 14 orang menerima remisi 4 bulan, dan penerima remisi 5 bulan berjumlah 3 orang. Sedangkan yang menerima RU II, 3 orang langsung bebas usai menerima remisi,” katanya, usai upacara HUT RI 17 Agustus 2018, di Lapas setempat.

Hingga saat ini jumlah Warga Binaan Pemasyarakaan (WBP) yang masih menghuni Lapas Gunungsugih, berjumlah 678 orang terdiri dari 280 orang tahanan dan 398 orang Napi, sedangkan daya tampung yang tersedia hanya cukup untuk 350 orang.

"Pemberian remisi ini diharapkan dapat mengurangi daya tampung, karena para WBP akan lebih cepat bebas, dengan pengurangan masa tahanan pidana," harap Syarpani.

Menurutnya, pemberian remisi bukan sekedar pemberian hadiah, namun momentum untuk mengembalikan marwah Pemasyarakatan, dimana dibutuhkan bukan hanya peran strategis dan integritas Narapidana dan petugas pemasyarakan, tetapi masyarakat harus faham, bahwa menegakkan aturan adalah wajib.


Penulis : Gunawan
 Editor : Yana