Buntut 1 Tewas 3 Luka - 3 Rumah Terbakar, Petugas Gabungan Siaga di Bumiratu

Buntut 1 Tewas 3 Luka - 3 Rumah Terbakar, Petugas Gabungan Siaga di Bumiratu

gentamerah.com|Lampung Tengah - Pasca rusuh yang melibatkan dua keluarga warga Kampung Bumiratu dan Kampung Wates, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah (Lamteng), Senin (3/9/2018). Hingga pukul 23.00 Wib, situasi didua kampung tersebut kembali aman dan kondusif.

Aparat gabungan TNI dari Koramil Gunungsugih, Kodim 0411/ Lamteng, Sat Brimob, Sat Lantas dan Sat Sabhara dari Polres Lamteng, masih terlihat bersiaga di lokasi. Penjagaan aparat keamanan tersebut, sebagai antisipasi munculnya kemungkinan bentrok susulan yang bakal terjadi.




Baca Juga : 
Bentrok Sesama Warga Bumiratu, Satu Nyawa Melayang dan Rumah Terbakar

Bentrok Warga Bumiratu, Kapolres Lamteng Akui Penyebabnya Masih Simpang Siur

Diduga peristiwa berdarah yang menyebabkan satu korban meninggal dunia, tiga rumah terbakar dan tiga orang luka-luka, bermula sekitar pukul 17.00 Wib. korban berinisial Al (35) warga Dusun 1, Kampung Bumiratu, datang ke bengkel Kardi (50) warga Dusun Kebagusan, Kampung Wates, bermaksut hendak mengganti oli motornya.

Dari data terakhir yang dihimpum tim Genta Merah-www.gentamerah.com, Al, meminta oli kepada Dion (25), anak Kardi, dengan meninggalkan STNK sepeda motor sebagai jaminan, karena saat itu korban mengaku tidak membawa uang. Namun, setelah oli diberikan, korban meminta kembali STNK yang telah diterima oleh Dion, saat itulah terjadi adu mulut antar keduanya.

Tanpa dinyana, Al mencabut senjata tajam jenis badik, yang terselip dipinggangnya dan menghujamkan kearah Dion, kebagian wajah. Kardi yang medengar keributan segera mendekat dan bermaksud membantu anaknya. Ternyata Al segera mengerahkan sajamnya kepada Kardi, hingga melukai bagian pipi kiri dan tangan kanan Kardi.

Dalam keadaan terluka, Kardi dan Dion berusaha memberikan perlawanan, dengan memukul dan melempari korban dengan batu, hingga mengakibatkan Korban meninggal dunia, yang mengalami luka berat pada bagian kepala.

Berselang 30 menit kemudian, sekiranya pukul 17.30 Wib, sekitar 50 orang keluarga dan kerabat korban (Al) yang mendapatkan kabar tersebut, beramai-ramai mendatangi rumah Kardi, dan langsung melakukan pembakaran pada rumah dan kios bengkel tambal ban milik Kardi.

Naas, disaat warga sedang mengamuk, datang beberapa orang tetangga Kardi ke lokasi, yang justru menjadi sasaran amuk masa, mereka adalah Modi Eren (28) mengalami luka bacok dibagian kepala, Binter (50) mengalami luka. Saat ini seluruh korban luka, telah dirawat disejumlah rumah sakit.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), aparat berhasil mengamankan beberapa Barang Bukti (BB), satu unit sepeda motor milik korban yang telah terbakar, satu buah sarung senjata tajam jenis badik milik korban, satu buah sepatu milik korban yang terdapat bercak darah, satu batang tongkat kayu sepanjang 1meter.

Hingga pukul 00.15 Wib, Selasa (4/9/2018), aparat TNI dan Polri terus melakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat beserta aparat pamong kampung. Guna mengantisipasi terjadinya kerusuhan susulan.

Penulis : Gunawan
 Editor : Seno

Posting Komentar

0 Komentar