Pemakaman Korban Pertikaian Dua Keluarga di Bumiratu Dikawal Aparat Gabungan

Pemakaman Korban Pertikaian Dua Keluarga di Bumiratu Dikawal Aparat Gabungan
Foto Ilustrasi

gentamerah.com| Lampung Tengah - Pemakaman Alwi (35), korban dugaan penganiayaan  Kardi (50) dan Dion (25), Senin (3/9/2018) lalu, dibawah pengawalan aparat TNI dan Polri, akhirnya dimakamkan di TPU setempat, Selasa (4/9/2018). Korban meninggal dunia setelah sebelumnya berselisih paham dengan Dion.

Warga Dusun 1 Kampung Bumiratu, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah (Lamteng) tersebut, diduga tewas ditempat kejadian, lokasi tambal ban milik Dion, anak kandung Kardi,  setelah mengalami luka serius.

Tampak hadir disana Kapolres Lamteng AKBP Selamet Wahyudi, Komandan Koramil (Danramil) Gunungsugih, Kepala Kampung Bumiratu, Camat Bumiratu Nuban, serta sejumlah pejabat Pemkab Lamteng.

Salah satu tokoh masyarakat Kampung Bumiratu, Indra Jaya mengatakan, bahwa pembunuhan dan pembakaran rumah yang terjadi di kampung tersebut, bukan karena sentimen suku, agama dan ras. Namun kejadiannya murni persoalan hutang piutang, antara korban dengan pelaku.

Diceritakan Indra, dua hari sebelum kejadian, korban Alwi berhutang oli kepada Dion pemilik bengkel, dengan meninggalkam satu buah Hand Phone (HP) sebagai jaminan. Pada Senin sore, Eni (32),  istri korban mendatangi Dion bermaksud menebus HP, namun barang tersebut telah ditebus oleh Heri,  kerabat korban.

Selanjutnya korban Alwi menemui Heri, untuk menanyakan pengakuan Dion, namun, Heri mengelak dirinya menebus barang tersebut. Akhirnya, korban marah dan mendatangi Dion dibengkelnya. Antar keduanya kemudian terjadi cekcok mulut, hingga terlibat adu fisik yang tidak seimbang, menyebabkan korban meninggal dunia.

Dikabarkan, korban Alwi sempat berlari menyelamatkan diri, namun karena sepeda motornya tertinggal, korban kembali ke bengkel Dion, untuk mengambil sepeda motornya. Ternyata, di tempat tersebut telah ada warga lain berinisial Ka dan Bi, yang berusaha melumpuhkan korban saat hendak kabur menggunakan sepeda motor miliknya.

"Tak terima keluarganya dibacok, begitu korban Alwi menaiki sepeda motornya, mereka langsung memukulnya," ulas Indra.

Kabar pertikaian berdarah itu, langsung tersiar cepat kepada keluarga dan kerabat korban, hingga situasi tidak terkendali. Puluhan warga Dusun 1 Bumiratu, beramai-ramai mendatangi bengkel Dion, langsung melakukan pengerusakan dan pembakaran rumah.

“Kami tegaskan sekali lagi, peristiwa ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan perang antar suku,” pungkas Indra Jaya.
Penulis : Gunawan
 Editor : Seno

Posting Komentar

0 Komentar