.
.
.
.
  • Latest News

    Kamis, Desember 27, 2018

    Tenang Aja “Bupati” Bela Kita 'Jabatan Aman’


    Tenang Aja “Bupati” Bela Kita 'Jabatan Aman’

    “Tenang aja, mau dikoranin mau diapain, Bupati bela kita. Jadi ga akan tergesser kita.” Begitu celoteh kawan menirukan sebuah chating disebuah gorup para pejabat disalah satu daerah.
    Aku yang mendengar itu tercengang. Dan bergumam, jadi kalau kesayangan butapi mau kepedilianya sama rakyat nihil, jabatan itu akan tetap aman. Waw luar biasa sebuah statemen yang muncul demi pertahanan jabatan dan empuknya pendapatan.

    Pelayanan itu nomor terkhir, menjilat dan mendekat, dekatkan diri pada Bupati itu yang penting. Sulit aku menterjemahkan semua ini, seperti sulitnya aku menangkap asap yang terus mengepul dari hisapan rokok filterku. Tapi saat habis rokokku, asap itupun musnah. Inilah yang akan terjadi pada pejabat penjilat, saat jabatan pohonnya tumbang, selesaipun sudah dia.

    Biarlah masyarakatnya menahan kesakitan, hingga tumbang pohon itu. Menantilah saja, atau mati sudah. “Percuma mengeluh kalau gitu. Masyarakat  itu hanya Obyek mencari kekuasaan. Setelah tercapai, penjilat yang dienakan,” timpal sahabatku, yang kutahu saat ini duduk dikursi Dewan sebuah daerah.

    Kongkow kami disebuah warung, tidak jauh dari Puskesmas rawat inap, dengan gedung lumayan megah. Tapi, kropos dalam pelayanannya. “Biarlah dia aman karena dekat sama bupati dan kadis kesehatan. Tunggu kalau massa sudah memuncak,” ujar sahabat itu.

    Aku terdiam mendengarnya, menakutkan. Seperti takutnya masyarakat ketika tidak lagi mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Bagaimana tidak, jika sebuah tempat kesehatan terdekat  yang diharapkan mampu memberikan pelayanan tercepat, justru mengabaikannya. “Lah kalau istri mantan pejabat di sini aja yang berobat diseperti itukan, gimana masayarakat kecil. Ini hal yang luar biasa,” timpal kawan yang sejak tadi diam asyik menikmati  bakwan goreng pasang.

    Aku meilhatnya nikmat, kawan itu menyantap bakwannya. Walau panas itu ternyata sanggup ditelan. Ah, seperti  warganya yang harus menikmati panasnya hati, karena bertahannya pejabat yang tak bersahabat. “Kasihan” gumamku, tapi siapa aku yang hanya bisa berucap itu.

    Tak lama obrolan kami memanas, hand Phone jadulku berdering kencang. Rupanya seorang kewan mencoba menelponku dengan nomor cantiknya. Aku paham dia mau nagih hutang, heemm, aku lupa kalau ada hutang. Sudah seperti pejabat yang mulai lupa singgahsananya diperoleh dari mereka yang kroco dan dekil. Bukan dari pejabat penjilat.***



    • Komentar Anda
    • Login Dengan FB

    0 komentar:

    Item Reviewed: Tenang Aja “Bupati” Bela Kita 'Jabatan Aman’ Rating: 5 Reviewed By: GENTA MERAH
    Scroll to Top