Miris, Baru Sebulan Tambal Sulam, Jalan Menuju Kantor Bupati Waykanan Hancur Kembali

Miris, Baru Sebulan Tambal Sulam, Jalan Menuju Kantor Bupati Waykanan Hancur Kembali


Penulis : A.Kuntar
 Editor : Seno

gentamerah.com | Waykanan  – Diduga dikerjakan asal jadi, belum genap dua bulan diperbaiki,  ruas jalan Jendral Sudirman sudah rusak kembali. Jalan yang merupakan aksesnya lansung menuju Komplek Perkantoran Pemkab Waykanan Lampung, dan permukiman penduduk tersebut terlihat kerusakan nyaris disepanjang jalan itu.

Kerusakan Jalan  Jendral Sudirman di Kecamatan Blambangan Umpu mulai dari Km2 hingga Km5. Kendati jalan utama masuk kantor Bupati Waykanan, ternyata kondisinya sangat miris. Meski sudah dilakukan perbaikan dengan cara tambal sulam, ternyata tidak mampu bertahan lama.

Setelah sempat menjadi sorotan publilk, karena banyaknya keluhan masyarakat, Pemkab Waykanan melalui PT Plam Lampung Persada (PT PLP) akhirnya melakukan perbaikan dengan cara tambal sulam dari program bantuan sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, ternyata tambal sulam srupa  hanya mampu bertahan dalam hitungan bulan.

“Ruas jalan yang rusak parah itu, baru diperbaiki  kurang lebih satu bulan. Titik kerusakan justru berada ditempat yang sebelumnya dilakukan tambal sulam. Sudah diperbaiki kok hancur lagi dalam hitungan hari,” ujar Bumi, salah satu warga setempat, Rabu (10/04/2019).

Kerusakan tersebut juga dipicu karena seringnya lalu lalang truk pengangkut sawit dan kayu yang melebihi tonase.  “Ini kerjanya asal jadi,  masak iya  baru satu bulan diperbaiki sudah rusak lagi, kami masyarakat sekitar berharap agar kondisi jalan tersebut segera dilakukan perbaikan kembali. Dikarenakan banyaknya warga yang lalu lalang menggunakan akses jalan ini, temasuk anak sekolah,” katanya.

Ditempat terpisah,  salah satu kontraktor yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kendati rehap jalan tersebut tidak menggunakan dana APBD, seharusnya pemerintah setempat tetap melakukan pengawasan dan pemantauan, agar pihak yang mengerjakan tidak asal-asalan. “Kalau diawasi tentunya yang mengerjakan itu akan mengutamakan kualitas dan tidak mencari keuntungan peribadi semata,” terangnya.

Menurutnya, anggaran CSR  yang diglontorkan guna perbakan jalan tersebut cukup besar. “Untuk anggaran tambal sulam yang terkesan asal-asalan dikerjakan itu, perkiraan menghabiskan anggaran lebih kurang Rp400 juta,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar