Ratusan Ha Lahan Pertanian Terendam Banjir Akibat Proyek Tol, DPRD Mesuji Minta Waskita Karya Bertanggungjawab


Ratusan Ha Lahan Pertanian Terendam Banjir Akibat Proyek Tol, DPRD Mesuji Minta Waskita Karya Bertanggungjawab
Caption: Proyek Tol Mesuji. Foto : Nara Sukarna/GM

Penulis : Andi Sunarya
 Penyunting : Seno

gentamerah.com | Mesuji— Diduga akibat aliran sungai tertimbun badan jalan tol  ruas Terbanggi Besar, Lampung Tengah -Pematang Panggang, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengakibatkan banjir , akibatnya merusak 150 lahan perkebunan  milik warga desa Margo Rahayu Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, karena terendam banjir.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji, Lmapung yang mendpatkan keluhan warga turun lapangan , memastikan kondisi tersebut. Reses Pimpinan dan Anggota Dewan setempat masa sidang ke-2 daerah pemilihan (Dapil) V turun ke lokasi yang terdampak banjir Jumat (12/04/2019).

Supriyanto SE, ketua tim reses DPRD Mesuji Dapil V mengaku prihatin atas keluhan masyarakat itu, dan telah berkoordinasi dengan Camat setempat, agar melaporkan ke Pelaksana tugas (Plt) Bupati Mesuji untuk segera membantu masyarakat yang rumah dan kebunnya terdampak banjir.

Menurutnya, DPRD akan berkoordinasi dengan Bupati untuk memanggil pihak kontraktor,  agar dapat mencari solusi, sehingga aliran sungai yang terhalangi badan jalan tol dapat mengalir kembali dengan normal.

"Ya, kemarin kita bersama teman-teman DPRD, Bu Haryati Candralela dan pak Suyadi, sudah turun mengecek langsung ke lokasi yang terdampak banjir di Desa Margo Rahayu dan mencari tahu apa sebab dan akibat dari musibah banjir yang terjadi disana," jelas Supriyanto saat dihubungi melalui What Apps pribadinya, Sabtu (13/04/2019).

Diketahui, banjir tersebut menyebabkan 150 hektare lahan perkebunan masyarakat selalu kebanjiran. Akibatnya, hasil sawah, karet, dan sawit milik masyarakat di Desa Margo Rahayu, Kecamatan Simpang Pematang, kesulitan untuk mengangkutnya, bahkan sebagian terancam gagal panen.

Meluapnya aliran sungaio karena rekanan yang mengerjakan proyek itu tidak membuatkan saluran air alternatif. Letak jalan tol yang lebih tinggi dari pada areal perkebunan masyarakat, semakin memperparah keadaan, saluran air tertahan dan air lama surut.

"Kami minta PT Waskita segera membuat saluran air baru agar aliran sungai bisa lancar. Kalau banjir terus hasil panen susah kami bawa dari kebun, bahkan beberapa warga harus gagal panen," kata Didi, warga Margo Rahayu, Jumat, (12/04)


Posting Komentar

0 Komentar