Terkait Tudingan Pungli Cek Kesehatan Calhaj, Kadiskes Waykanan: Itu Sesuai Perda dan Perbup

Terkait Tudingan Pungli Cek Kesehatan Calhaj, Kadiskes Waykanan: Itu Sesuai Perda dan Perbup

Terkait Tudingan Pungli Cek Kesehatan Calhaj, Kadiskes Waykanan: Itu Sesuai Perda dan Perbup
Kadiskes Waykanan, Anang Risgiyanto, S.KM, M.Kes


gentamerah.com | Waykanan- Terkait tuduhan dugaan Pungutan liar (pungli) yang dilakukan sejumlah tenaga kesehatan di Waykanan, Lampung, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) setempat, membantah tudingan tersebut. Dana yang diambil dari calon jemaah haji dalam melakukan cek kesehatan awal, sudah ada dalam ketentuan peraturan peraturan daerah dan peraturan bupati.

Kadiskes Waykanan, Anang Risgiyanto, S.KM, M.Kes menjelaskan, untuk cek kesehatan yang dilakukan calon jemaah haji di Puskesmas, menggunakan dasar peraturan daerah, dalam satu calhaj pria dikanakan dana Rp55 ribu sedangkan untuk calhaj wanita dikenakan dana Rp65 ribu. “Ada tambahan kalau wanita, karena ada cek kandungan,” katanya.




Sedangkan penarikan dana Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, kata Anang, itu dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Pagar Alam (Zapa) berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) tahun 2018. “Kalau rumah sakit itukan punya manajemen sendiri, mas. Jadi bukan dibawah Dinkes. Tapi mereka dasarnya Perbup nomor 57 tahun 2018,” ujarnya.

Alasan dikanakan tarif tersebut, ujar Anang, karena para Calhaj tidak menggunakan BPJS. “Kan tidak pakai BPJS. Kalau masalah anggaran yang sudah ada, itu bukan untuk cek kesehatan, tetapi itu untuk dana operasional. Jadi ada peruntukannya yang berbeda. Kemungkinan dari Kemanag belum tahu masalah itu,” kata dia. (RED)

Posting Komentar

0 Komentar