Breaking News

Dua “Momok” Balon Kepala Kampung

Lentera Hati
Tes tertulis dan tes narkoba, merupakan dua momok bagi balon kepala desa atau kampung, ujar kawanku. Jika tes tertulis seperti benar-benar duterapkan sesuai ketentuan,  dengan passing grade 3,0 tentu ini yang menjadi kecemasan mereka.

Namun, benarkah ketentuan itu akan diberlakukan, atau hanya sebuah ilustrasi belaka. Kalau kabarnya, di daerahku , empu pengetesnya berasal dari universitas yang ternama di Lampung. “Kabarnya sih dari sana itu, tapi ya ga tahu apa tes yang benar-benar, atau benar-benar tes-tesan,” ujar kawanku yang datang ke ruang kerjaku.

Sanggupkah dengan  passing grade  itu, sementara disalah satu kampun di Banjit, balon kepala kampung dikabarkan untuk membaca aja susah. Terus bagaimana, tanya sahabat kepadaku. Ntahlah, tapi dia menang Ngotak, kataku. Dan disana hanya ada dua balon kepala kampung, jika si Ngotak itu tidak lulus, maka kampung itu akan menunggu hingga dua tahun kedepan untuk bisa menggelar pemilihan kepala kampung.

Lalau sahabtku bertanya, ngotak itu yang seperti apa, aku hanya tersenyum dan sekenanya ku jawab, orang lain ga boleh nyalon, cukup si Ngotak dan Istrinya, begitu awalnya, ketika orang lia maju nyalon, beribu ancaman di luncurkan.

Itu sekilas sebuah cerita dari pedalaman, lalu bagaimana dengan tes narkoba, tanya kawanku, kabarnya, tes narkoba melibatkan BNN, dan kabarnya jika terbukti sebagai pemakai, maka tangkap tangan. Wah, jika ini diterapkan sangat luar biasa, tapi !, .. celetuk kawan, dengan kalimat terputus.
Aku hanya menggambarkan, kalimat untuk menersukan kata tapi, dari kawan itu, benarkah itu akan diterapkan, atau hanya sekedar slogan belaka, agar terlihat “wah”. Agar terlihat program Bupati –nya benar-benar diterapkan, dengan bahasa pejabat bersih dari pengguna narkoba.


Mungkin itu maksud kawan dengan kalimat terputusnya itu. Yah,...  dua momok yang sekarang masih menghantui dan bergentayangan di benak para bakal colon (Balon) kepala desa atau kepala kampung. “Jika tak mampu, mundur dari sekarang, jika pemakai minggir aja dari sekarang,” begitu sergak sahabatku. ***
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami