Breaking News

Amburadulnya Pelayanan RSUD Tanggamus, Anggap Pasien Sampah

Amburadulnya Pelayanan RSUD Tanggamus, Anggap Pasien Sampah

gentamerah.com | Tanggamus - Meski telah naik setingkat agreditasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Agung Kabupaten Tanggamus Provinsi  Lampung, dari type D menjadi type C terebut, namun pelayanannya masih dikeluhkan  pasien dan keluarganya.
Tidak itu saja, rumah sakit plat merah milik Pemkab Tanggamus yang lebih dikenal sebagai Rumah Sakit Islamic, karena berada satu komplek dengan Islamic Center tersebut juga dituding jauh dari kata nyaman, aman dan bersih.
Buruknya pelayanan di RSUD Kotaagung yang kini dipimpin dr. Yudhi Indarto sebagai direktur, dilontarkan oleh sejumlah pasien dan keluarga pasien. Umumnya mereka kecewa dengan lambannya penanganan, buruknya pelayanan, dan tidak familiernya sikap medis dan para medisnya.
"Sikap para perawat dan dokter di rumah sakit ini sangat acuh, sepertinya mereka menangani pasien itu hanya sebuah tugas, tidak dari hati dan panggilan jiwa," ujar Nani (50), salah seorang keluarga pasien, Warga Kota Agung,  Kamis (2/11/2017).
Menurutnya, jangankan malam hari, pada siang haripun,  pasien jarang di datangi dokter. "Sehari paling hanya sekali dikontrol perawat, kalau malam malah tidak dikontrol sama sekali," kata dia.
Wanita terbsebut membandingkan pelayanan rumash sakit milik pemkab Tanggamus itu dengan rumah sakit lain di Tanggamus, yang pelayanannya dianggap prima. "Kalau di rumah sakit yang itu pelayanannya diacungi jempol," ujarnya.
Padahal, kata dia, keluarganya yang dirawat tidak menggunakan layanan BPJS, tetapi menggunakan layanan umum di kelas 2. "Di kelas dua saja pelayanannya buruk, saya tidak tau diruang lain. Tapi semua ngeluh," ujarnya.
Senada dengan itu, sejumlah pasien dan keluarganya menuturkan yang terjadi di RSUD Tanggamus, jauh dari kata memuaskan untuk pelayanan. Diantaranya tenaga medis dan para medis belum memandang pasien sebagai manusia, melainkan hanya sebagai objek medis yang bisa diperlukan sesuka hati, meski sudah ada undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit.
“Kasus buruknya pelayanan RSUD Tanggamus ini sudah menjadi pembicaraan umum, tidak ada bentuk reaksi yang cepat dari medis dan para medis, pasien kurang perhatian. Ini memang tidak bisa dibiarkan sekelas rumah sakit daerah memberikan pelayanan yang buruk bagi masyarakat,” ujar Yadi, keluarga pasien lainnya.
Selain mengeluhkan pelayanan dan penanganan yang buruk. Pasien dan keluarga pasien juga mengeluhkan jika RSUD Tanggamus jauh dari rasa nyaman dan aman. "Rumah sakit ini bagus dari depannya saja, begitu ke belakang dan ruangan, kondisinya kotor, sampah dimana-mana, bau, dan di sapu serta lantainya di bersihkan cuma sekali," kata Wardoyo, keluarga pasien lain.
Selain itu, kata keluarga pasien lainnya, ruangan pasien di rawat juga tidak aman. "Sering hand phone dan benda berharga hilang, rupanya kalau malam sering ada maling yang diam-diam masuk kamar dan mencuri hp dan benda berharga lainnya, dan memang perawat juga sering mengingatkan kami soal itu," katanya.
Pantauan tim Genta Merah dilapangan, tampak sampah masih berserakan dibeberapa titik, terutama disekitar ruang perawatan pasien, kemudian sudut-sudut gedung bahkan di lokasi terbuka di dalam komplek rumah sakit. Bahkan sejumlah kursi rusak juga dibiarkan berada di depan ruang perawatan kelas 1 dan kelas 2.
Beberapa karung berisi sampah plastik dan kayu bekas tebangan pohon juga dibiarkan teronggok di sudut-sudut bagian luar ruangan. Halaman samping ruang penyakit dalam dan ruang kelas 1 dan kelas 2 ditumbuhi rumput dan tanaman yang tidak terurus.
Begitu juga dinding ruangan masih banyak ditemui sarang laba-laba, kamar mandi yang sekaligus toilet (WC) kotor dan bau.
Selain itu, setiap hari sabtu dan minggu (Hari Libur) sampah tidak ada yang mengangkut dan membuangnya, bahkan ruangan pun tidak dibersihkan. ‘’Petugas kebersihan kalau hari libur memang tidak ada, makanya sampah berserakan,’’ kata seorang pasien di kelas 2.
Bukan hanya itu, pihak rumah sakit juga terkesan membiarkan pengunjung merokok sembarangan dan membuang sampah dengan bebas.
“Belum lama ini saya mengunjungi keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit. Saya melihat rumah sakit ini terkesan sangat kotor. Banyak sampah dimana-mana dan dibiarkan,” ujar Arif, warga Kotaagung.
Dia mengungkapkan, hampir di setiap sudut di rumah sakit banyak sampah bertebaran. Hal itu membuat pasien atau keluarga pasien yang berkunjung merasa tidak nyaman, terlebih dengan adanya pembiaran pada pengunjung  yang merokok sembarangan.
Selain persoalan kebersihan, ketersediaan obat juga harus mendapatkan perhatian. Sebab banyak keluhan pasien harus membeli obat dari luar karena di rumah sakit obatnya tidak tersedia.
“Yang anehnya lagi, ternyata stok obat di rumah sakit juga terbatas.
Masa rumah sakit yang cukup besar di Tanggamus banyak obat yang tidak ada. Akibatnya pasien harus membeli obat dari luar. Seharusnya, rumah sakit menyiapkan obat yang memadai bagi pasien,” katanya lagi.
Penulis : Sayuti Rusdi
 Editor : Seno
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami