Breaking News

Gelar Pengajian Akbar, Pemkab Tanggamus Hadirkan Pengurus Besar NU

MESUJI - Bupati Mesuji Khamami didampingi Kabid Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Mesuji saat melakukan sosialisasi bantuan perumahan layak huni (baperlahu) yang bersumber dari APBD Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2017 kepada camat dan kepala desa se-Kabupaten setempat di rumah dinasnya, Kamis (02/11/2017).  Diketahui Pemerintah Kabupaten Mesuji tahun 2017 ini telah mengalokasikan dana bantuan baperlahu sebesar Rp 14,5 milyar yang terdiri atas bantuan 246 rumah khusus bagi orang tua jompo sebesar Rp 30 juta, dan bantuan stimulan bagi 457 rumah papan yang sudah memiliki material sebesar Rp 15 juta.  Khamami mewanti-wanti agar bantuan ini benar-benar dapat dirasakan masyarakat manfaatnya serta tepat sasaran. Artinya, orang nomor satu dibumi ragab begawe caram itu mengharapkan agar bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu ini benar-benar sampai kepada yang berhak menerimanya.  Ditegaskannya, jika BAPERLAHU yang dananya bersumber dari APBD Mesuji dengan kegiatan membangun rumah orang tua jompo yang tidak mampu, sementara kondisi bangunan rumahnya sudah parah dan tidak layak huni maka akan dibantu sebesar Rp 30 juta per rumah. Selain itu ada juga bantuan sebesar Rp 15 juta tiap rumah bagi rumah papan tidak mampu dan sudah memiliki material untuk membangun rumahnya.  "Saya tegaskan kepada para camat serta seluruh kepala desa dan perangkatnya agar bantuan di larang ada potongan atau mark up harga material, harga material sesuai harga pasaran setempat. Intinya, BANTUAN  JANGAN DI POTONG-POTONG, dan bagi yang belum mendapatkan tahun ini, jangan khawatir tahun depan akan terus kita lakukan sampai tidak ada lagi rumah papan dan rumah janda tua atau jompo yang tidak layak huni di Mesuji,"tandasnya

Tanggamus - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2017,  Pemerintah Kabupaten Tanggamus Lampung, menggelar Pengajian Akbar dengan menghadirkan  Rois Am Pengurus Besar Nakhdatul Ulama (PBNU), KH. Ma'ruf Amin, M.A, di Taman Kota Soekarno, Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (4/11/2017).
KH. Ma'ruf Amin dalam ceramahnya menyampaikan bahwa para ulama dan santri turut berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
"Negara dan bangsa ini hasil perjuangan para ulama, dulu tentara dan polisi belum terkonsolidasi sehingga belum ada gerakan, yang bergerak itu ulama. Saat Belanda berencana menjajah kembali, KH. Hasyim Asy'ari membuat fatwa jihad yang hukumnya wajib melawan penjajah Belanda," ujar Ma'ruf Amin.
Menurut Ma'ruf Amin, ada tiga tanggungjawab santri, yakni tanggungjawab keagamaan, tanggungjawab keumatan serta tanggungjawab kebangsaan dan kenegaraan.
"Kita harus menjaga supaya agama tidak dirusak, bukan Islam saja, agama lain juga tidak boleh dirusak, karena itu kita harus menjaga jangan sampai ada yang merusak agama di Indonesia. Siapa saja yang menodai agama akan dihukum sesuai Undang-Undang yang berlaku," kata ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Dikatakannya, santri dalam berdakwah tidak boleh keras dan tidak galak, harus santun dalam mengajak orang dengan cara sukerela, tidak memaksa atau intimidasi. "Jangan terprovokasi apabila ada yang mempertanyakan kedudukan negara dan Pancasila, sebab bagi NU, NKRI harga mati," tandasnya.
Sementara itu, Wabup Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I., mengatakan dengan ditetapkannya Hari Santri oleh Pemerintah menjadi bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.
Lebih lanjut Wabup menyampaikan bahwa Pengajian Akbar ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Santri membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Kaum santri mempelopori penerimaan Pancasila sebagai azas negara. "Bagi santri NKRI sudah final," tegas Wabup.
KH. Ma'ruf Amin selain sebagai Rois Am PBNU, diketahui juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dimana beliau merupakan tokoh nasional yang sangat dihormati dan menjadi tauladan, terlebih bagi warga Nahdliyyin.
Hadir dalam pengajian tersebut tentunya Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I, Ketua MUI Provinsi Lampung KH. Choirudin Tahmid, Ketua PW NU Lampung KH. Raden Soleh Bajuri, Ketua Forum Ponpes Kab Tanggamus KH. M. Fadholi, Ketua PCNU Tanggamus KH. Amiruddin Harun, Sekdakab Tanggamus Andi Wijaya, Forkopimda Tanggamus, Wakil Ketua TP PKK Hj. Afillah Samsul, Ketua DWP, para Kepala OPD dan Camat dilingkup Pemkab Tanggamus, serta seluruh Pengurus Organisasi NU di Kabupaten Tanggamus.
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami