Breaking News

Sudah Terima BOS Miliyaran, MAN 1 Pringsewu Masih Lakukan Pungutan Siswa

Sudah Terima BOS Miliyaran, MAN 1 Pringsewu Masih Lakukan Pungutan Siswa

gentamerah.com | Pringsewu- Kendati sudah menerima bantuan operasioanl sekolah (BOS) miliyaran rupiah, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pringsewu Provinsi Lampung, tetap melakukan dugaan pungutan  terhadap siswa sebesar jutaan rupiah persiswa.
Dengan alasan keputusan komite sekolah bersama wali murid, sekolah tersebut melakukan pungutuan bervariasi terhadap siswa. Untuk siswa kelas X dipungut dana masing-masing siswa sebesar Rp2,85 juta, kelas XI sebesar Rp2,65 dan kelas XII sebessar Rp2,5 juta.
Dari penelusuran tim gentamerah.com, kondisi perawatan sekolah tersebut tidak maksiamal, dari jumlah siswa sebanyak 780, dana BOS yang diterima sebesar Rp1,092 Milyar. Sedangkan untuk jumlah pungutan untuk kelas X sebesar Rp749,550 juta, kelas XI sebesar Rp 704,900 Juta, dan kelas XII sebesar Rp627,500 Juta, total keseluruhan sektar sebesar 2,082 Milyar.
Sementara pertahun dalam penerimaan siswa baru besarnya pungutan bagi siswa baru tersebut terus naik, hal tersebut sesuai pengakuan kepala sekolah MAN 1 Pringsewu, Nouval yang dikonfirmasi pada Senin (20/11/2017), diruang kerjanya, didampingi anggota komite sekolah, Abdul Aziz.
Dalam rencana anggaran belanja yang berasal dari komite sekolah, dana hasil pungutan dari siswa tersebut digunakan untuk insentif kepala sekolah, pembayaran petugas keamanan,langganan media (koran), ujian akhir sekolah (UAS), hingga UAN. Sementara  sesuai  kententuan penggunaan dana BOS tersebut juga digunakan untuk langganan koran termasuk ujian akhir sekolah (UAS), sehingga dua anggaran tersebut tumpang tindih.
Kepsek MAN 1 Prinsewu, Noval mengakui adanya pungutan tersebut dengan alasan merupakan hasil rapat komite sekolah. “Itu memang ada aturannya, bisa saja sekolah menarik dari wali murid karena BOS tidak mencukupi,” katanya.
Menurutnya, saat ini dana BOS juga tidak utuh karena pada tahun 2017 dari total tersebut ditarik kembali oleh pusat sebesar Rp350 Juta.
Untuk diketahui, Permendikbud nomor 75 Tahun 2016, pada pasal 10 dijelaskan penggalangan dana dari siswa tidak ditentukan besarannya.
Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 menegaskan bahwa Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya."Komite sekolah hanya boleh melakukan penggalangan dana dari bantuan dan atau sumbangan," ujar Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi, Chatarina M Girsang.
Penulis : Dewa dan Tim
Editor : Seno
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami