Breaking News

Berbanggalah Petani Mesuji, Pemkab Akan Beli Berasnya Dengan Harga Tinggi

Berbanggalah Petani Mesuji, Pemkab Akan Beli Berasnya Dengan Harga Tinggi
Bupati Mesuji, Khamami saat  melakukan panen perdana padi tahun 2018 di Dusun Pasir Intan, Desa Sungai Badak, Kecamatan setempat, Senin(29/01/2018).

gentamerah.comMesuji – Meyakini akan jadi salah satu lumbung beras Nasional, Pemkab Mesuji Provinsi Lampung akan memberikan kesejahteraan tersendiri bagi petaninya. Bupati Khamami, akan glontorkan bantuan untuk kebutuhan petani sawah, mulai pra hingga pasca panen.
Ungkapan tersebut dikatakan Khamami, saat  melakukan panen perdana padi tahun 2018 di Dusun Pasir Intan, Desa Sungai Badak, Kecamatan setempat, Senin(29/01/2018).
Program pemkab tersebut juga sebagai tindak lanjut kunjungan kerja Presiden RI, Ir.Joko Widodo Ke Kabupaten Mesuji pada Minggu (21/01/2018) lalu. “Kita akan membeli beras petani dengan harga tinggi, selain itu,  akan kita bantu kesulitan petani,  terkait modal dengan berbagai fasilitas. Ini semua  agar petani bisa lebih mudah mengajukan pinjaman ke Bank,” katanya.
Menurutnya, Bank yang diminta untuk membantu para petani adalah Bank BRI, dengan program pinjaman kredit usaha rakyat (KUR). “Harapan kita tentu saja  bunga pinjaman itu yang serendah-rendahnya hanya mencapai tujuh persen saja, agar tidak memberatkan petani,” kata dia.
Untuk memuluskan programnya tersebut, Khamami akan segera  membentuk Satgas yang terdiri dari beberapa elemen seperti Polri, TNI, Pol PP, dan OPD terkait. “Satgas inilah nantinya yang akan membantu para petani sekaligus mengontrol penggunaan dana KUR tersebut,"tambahnya.
Orang nomor satu di Mesuji itu menyampaikan, bahwa untuk mensukseskan program Pemerintah Pusat dalam rangka mewujudkan Swasembada Pangan di Bumi Ragab Begawe Caram yang memiliki luasan areal persawahan sekitar 64.500 hektar. Namun baru sekitar 27.000 hektar saja yang sudah ditanam padi dan tersebar ditiga kecamatan yakni Kecamatan Mesuji, Mesuji Timur dan Rawa Jitu Utara.
"Ya, hari ini kita melakukan panen perdana Padi di Desa Sungai Badak, Kecamatan Mesuji seluas 2,5 hektar dari total luasan hamparan sekitar 400 hektar. Selanjutnya menunggu giliran di Kecamatan Mesuji Timur dan Rawa Jitu Utara juga sudah siap untuk dipanen," kata Khamami.
Terkait Fasilitas yang akan diberikan kepada petani tersebut, Khamami menjabarkan,  mulai dari penanaman sampai panen. Pada  pasca panen,  pemerintah daerah setempat yang akan membeli beras petani  melalui rice milling plant (RMP) yang terletak di Desa Wonosari Kecamatan Mesuji Timur dengan harga diatas pasaran sehingga dapat lebih menguntungkan petani.
"Sesuai arahan pak Jokowi, kedepan petani di Mesuji saya minta untuk tidak menjual gabah, melainkan beras, dan pemda yang akan membeli beras petani ini. Mengapa demikian, supaya petani mendapatkan keuntungan yang lebih besar, sehingga tidak ada istilah harga gabah anjlok di Mesuji," jelasnya.
Khamami mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Mesuji di tahun 2018 ini juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp.7,2 milyar untuk  bantuan beras miskin (raskin) bagi 1000 anak yatim dan sekitar 6000 rumah tangga sasaran (RTS). Bantuan tersebut akan diberikan secara gratis kepada masyarakat tidak mampu yang belum tercover dari bantuan pemerintah pusat, yakni beras yang bersumber dari APBN.
"Tahun ini, Pemkab Mesuji telah menganggarkan sebesar Rp.7,2 milyar untuk bantuan raskin bagi sebanyak 6000 RTS dengan kuota 10 kilogram perbulannya, dan bagi 1000 anak yatim akan kita beri 5 kilogram beras dan uang saku sebesar Rp. 200 ribu perbulannya. Selain itu kita juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp.8 milyar untuk pembelian beras bagi ASN dan perangkat desa,"tandasnya.
Penulis : Nara
 Editor : Seno

0 Dilihat
Hubungi Kami