Breaking News

Proyek “Pendataan PBB” Empuk

Proyek “Pendataan PBB” Empuk
Kang SENO


“Apa sudah didata ulang PBB mu kak,” tanya kawan via telpon genggamnya.
Aku yang mendapat pertanyaan itu bingung hendak jawab apa, yang pasti dengan jelas ku jawab belum. Mendapat jawaban itu, kawanku hanya tertawa lebar, seolah mengejekku.
Lalu kawan berkata, pendataan itu ga nyampai rumahku katanya. Lha, nambah bingung aku dibuatnya, jika yang lain didata ulang kenapa aku tidak,” begitu gumamku dalam hati.
Ah, ternyata kelakar kawan itu jadi panjang, pendata PBB itu saat ini bukan dari dinas manapun tapi rekanan yang mendapatkan proyek. Pendataannya cukup datang ke kepala desa/kampung, karena data lama lengkap disana.
“Mau tahukah, dalam satu kecamatan menelan dana sekitar Rp150 juta. Dan itu ditenderkan,” kata kawan penuh semangat.
Waw, nilai yang fantastis, sergakku dalam hati. Yang data tidak perlu kebawah, cukup behrneti di kades, semua sudah bisa didapat. “Lah, kadesmu aja ga tahu kalau yang datang itu suruhan rekanan kok, tahunya ya dari dinas yang mendata PBB. Ini empukkan,” ujar kawan.
Tiba-tiba kawan menyela, “jangan tanya aturan ya, aku juga belum tahu, tapi yang jelas UPT pajak yang ada di kecamatan, cukup duduk manis, ga usah kerja, karena kerjaan sudah diambil rekanan,” kata kawan sambil tertawa lebar.
Soal ambil kerjaan, ah aku ga ambil pusing. Tapi tender yang empuk itu yang membuat aku jadi ikut tertawa, lalu siapa yang dapat kerjaan itu.
“Wah, kalau itu didokumenku sudah lengkap, ga usah khawatir,” jawab kawan dengan semangat.
Ah, ntahlah menciptakan proyek dalam mencari keuntungan, dan sulit dijawab siapa pemilik perusahaan yang spefikasinya dalam bidang PBB ini. Hanya mereka yang tahu. ***

0 Dilihat
Hubungi Kami