Breaking News

Alasan Buat Lahan Parkir, Kepsek SMPN 4 Banjit Diduga Potong PIP

Alasan Buat Lahan Parkir, Kepsek SMPN 4 Banjit Diduga Potong PIP

gentamerah.com|Waykanan- Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Banjit Kabupaten Waykanan, Lampung diduga potong dana Program Indonesia pintar (PIP) milik siswa sebesar Rp132 ribu per siswa, dengan alasan untuk pembuatan lahan parkir sekolah.
Pemotongan tersebut berawal dari pungutan liar (pungli)  dari siswa agar membayar dana sebesar Rp50 ribu untuk pembuatan parkir tersebut. Namun, setelah dana KIP diterima siswa, pungutan ditambah. Dari Rp50 ribu jadi Rp132 ribu. “Yang dapat KIP sama yang tidak dapat PIP sama aja, semua harus bayar Rp135 ribu. Tapi yang kami heran, saat itu dana memang belum dikupulkan semua tapi parkir sudah jadi,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya.
Wali murid tersebut mengaku keberatan dengan pungutan yang tiba-tiba meningkat tanpa adanya musyawarah ulang. “Kami sangat keberatan, awalnya saat musyawarah dengan kepala sekolah, kami hanya disuruh bayar Rp50 ribu. Kok tiba-tiba jadi Rp132 ribu. Kami mau beli beras aja susah, gimana mau bayar iuran sebesar itu, katanya ada dana BOS,” ujarnya.
Penerima KIP disekolah tersebut sebanyak 100 siswa, dan semua penerima langsung dipotong sebesar Rp132 ribu. “Kami itu tahu kalau ada penambahan pungutan itu setelah kawan kami yang anaknya terima KIP pulang dari ambil dana itu, katanya bayaranya tambah, jadi Rp132 ribu. Kami kaget dan sangat keberatan kalau sebesar itu,” kata dia.
Kepsek SMPN 4 Banjit, Wayan Subrata mengelak saat ditanya adanya pungli tersebut. Menurutnya, pungutan itu merupakan hasil kesepakatan wali murid bersama komite sekolah. “Itu bukan pemotongan, tapi ada berita acara kesepakatan komite dangan wali muird. Iuran itu aturan terkumpul sebelum keluar PIP,” ujarnya.
Menurutnya, lahan parkir itu berukuran 20x6 meter, dibangun menggunakan rangka baja ringan. “Itu pakai baja ringan, kalau memang ada wali murid yang keberatan, saya pulangkan aja iuran itu. Dana juga dikumpul di bendahara komite,” kata dia.
Sementara itu, ketua Komite SMPN 4 Banjit, Susilo mengaku, bahwa dana dikumpulkan di guru yang ditunjuk sekolah (Bendahara). “Saya hanya mengetahui saja mas, kalau dananya saya tidak tahu, semua kumpul disekolah karena berhubungan dengan siswa,” ujar dia.
Penulis : Baiki/Yoyon
 Editor : Seno
0 Dilihat
Hubungi Kami