Terkait Pemilu, Lampung Peringkat Ketiga Money Politik

Bupati Pesawaran,  Dendi Romadhona, pada Rapat Koordinasi ( Rakor ) Steakholder pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 di di Aula Pemda Pesawaran, Rabu (18/04/2018).  

gentamerah.comPesawaran- Provinsi Lampung merupakan peringkat ketiga se-Indonesia, terkait money politik. Perlu adanya kesadaran bersama agar ranking tersebut menurun drastis.

Hal tersebut diungkapkan Kordiv Pencegahan Hubungan antar Lembaga (PHL) Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P Panggar, pada Rapat Koordinasi ( Rakor ) Steakholder pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 di di Aula Pemda Pesawaran, Rabu (18/04/2018). "Dari rangking tiga itu, gimana caranya supaya kita ini, menjadi rangking ke 155. Jadi ini perlu upaya kita bersama," kata mantan Ketua KPUD Way Kanan tersebut.

bahwa kegiatan yang di lakukan ini merupakan Road Show yang  tengah di laksanakan.

Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah itu, agar secara bersama-sama mengetahui aturan-aturan dalam pelaksanaan Pilgub. "Kita selalu berharap, pelaksanaan Pilkada di Lampung ini,  dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pesawaran,  Dendi Romadhona mengatakan, kehadirannya tersebut untuk memberikan materi, terkait hubungan pemerintah dalam pemilihan kepala daerah, Gubernur, Wakil Gubernur, Legeslativ dan Pemilihan Presiden.

Meurutnya, dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, terdapat atran dan larangan termasuk zona merah. "Bagaimana menciptakan iklim pemilukada kondusif untuk menentukan yang terbaik. Karena semua calon itu baik semua, tinggal kita serahkan kemasyarakat. Tergantung calon cara ordernya," ucapnya.

Dendi dengan tegas tidak melarang siapapun dalam menetukan pilihan. “‘saya ini bupati, jadi Harus netral. Jika sudah bukan waktu bekerja Lewat Pkl 16-00 Wib saya hanya seorang sipil biasa. Kita diberikan hak- hak politik oleh negara. Jika ada yang mau memilih calon yang menurutnya terbaik silahkan saja," kata dia.

Bupati Pesawaran juga tidak melarang bagi ASN yang ingin menjadi tiem sukses. "Jika mau jadi tiem sukses, silahkan saja,” ujarnya.

Penulis : Ali Mubaroq
 Editor : Seno
Dilihat 0 kali