Breaking News

Gedung SMPN 5 Terbanggibesar Memprihatinkan, Pemkab Lamteng Tutup Mata

Gedung SMPN 5 Terbanggibesar Memprihatinkan, Pemkab Lamteng Tutup Mata

gentamerah.com|Lampung Tengah – Kendati sebelumnya menjadi sekolah Favorit, tetapi kini itu tinggal cerita, bangunan fisik gedung pada SMP Negeri 5 Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng) saat ini, sangat mengenaskan.

Hampir diseluruh bagian sudut fasilitas sekolah tersebut, telah mengalami kerusakan yang sangat parah, hingga tidak layak untuk ditempati, atau disebut sebagai ruang belajar.

Hasil investigasi tim gentamerah.com dilokasi, Kamis (13/9/2018), didapati beberapa fasilitas, yang telah dalam kondisi prihatin, seperti di 10 lokal ruang belajar, disini terdapat kerusakan pada plafound yang bolong, sebagian dinding mengelupas dan kusam, kusen pintu, daun pintu dan jendela telah keropos.

Pada sarana ibadah Musholla sekolah, juga terdapat kerusakan pada plafound, kusen pintu dan jendela juga telah keropos. Bahkan pada aula pertemuan sekolah, harus dilakukan perbaikan total, karena terdapat kerusakan pada bagian atap bangunan.
Ruang guru dan Tata Usaha (TU) juga harus dilakukan rehab, terdapat kerusakan pada kusen pintu, daun pintu dan jendela telah keropos dimakan rayap. Pada dua ruangan laboratorium mengalami kerusakan yang sama. Selain itu, WC sekolah juga harus diperbaiki, karena sudah tidak layak pakai.

Kepala SMPN 5 Terbanggibesar, Supriyono, S.Pd mengatakan, sekolah tersebut  saat ini benar-benar dalam kondisi memprihatikan, karena selain mengalami kerusakan dibeberapa sisi bangunan, juga tidak memiliki ruang guru, bahkan satu ruangan laboratorium, telah digunakan sebagai ruang belajar.

Umumnya, imbuh Supriyono lagi, bangunan fasilitas yang telah mengalami kerusakan, adalah bangunan tahun 1997 lalu, yang hingga saat ini belum pernah di rehab. Pada tahun 2017 lalu, ada bantuan rehab pada 10 ruang belajar, yaitu penggantian atap dari kayu dan genting ke rangka baja, yang berasal dari APBD Pemkab Lamteng.

"Ya tahun 2017 lalu, kita dapat bantuan rehab untuk 10 ruang kelas, berupa penggantian atap dari genting ke baja ringan," jelasnya.

Sekolah ini, imbuh Supriyono, memiliki 22 Rombongan Belajar (Rombel), dengan jumlah siswa 660 anak. Sementara ruang belajar yang ada hanya 20 lokal, sehingga ada satu Rombel yang terpaksa memanfaatkan ruangan laboratorium.

Sekolah ini didukung oleh tenaga pendidik, sebanyak 48 orang guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan 12 orang guru honorer daerah (Honda). Sedangkan dukungan peserta didik berasal dari beberapa SD sekitar, seperti dari SD Negeri Kampung Karangendah, Indra Putra Subing, Bandarjaya Timur dan Kampung Terbanggibesar.

Harapannya, dengan kondisi fasilitas sekolah yang serba memprihatinkan ini, sangat diharapkan adanya perhatian dari pemerintah, baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah, untuk tetap mempertahankan SMPN 5 sebagai sekolah favorit di Lampung Tengah.

Penulis : Gunawan
 Editor : Yana
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami