Breaking News

Program Swakelola Khamami Berhasil Hemat Anggaran, APBD Minim Bukan Kendala Pembangunan

Program Swakelola Khamami Berhasil Hemat Anggaran, APBD Minim Bukan Kendala Pembangunan

gentamerah.com| Mesuji- Dengan Program Swakelola, Bupati Mesuji akui mampu menerapkan kemajuan pembangunan disegala bidang, kendati dengan anggaran pedapatan belanja daerah (APBD) yang sangat kecil. Bahkan dengan program yang memancing kabupaten lain untuk belajar tersebut, penghematan anggaran dapat dilakukan.

Bupati Mesuji, Khamami mengatakan,  sebagai salah satu kabupaten muda di Provinsi Lampung, Kabupaten Mesuji terus mengalami kemajuan diberbagai bidang. Namun, persoalan infrastruktur masih harus dihadapi, sehingga masih menjadi prioritas utama pembangunan yang wajib dituntaskan.

Khamami menjelaskan, dengan APBD sekitar Rp 886 milyar, Kabupaten Mesuji merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung dengan APBD yang tergolong terkecil. Untuk mensiasati hal itu, Pemkab Mesuji mengambil langkah untuk mengupayakan pembangunan secara swakelola guna menghemat anggaran yang ada dengan capaian hasil yang lebih maksimal.

“Skema pembangunan secara swakelola ini, mendapat apresiasi dan dukungan dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, sebagai salah satu inovasi daerah yang patut dicontoh wilayah lain di Indonesia saat kunjungan kerja di Kabupaten Mesuji pada Januari 2018 lalu,” ucap Khamami.

Lanjutnya, saat ini Pemkab Mesuji memiliki kurang lebih sebanyak 60 alat berat yang siap digunakan untuk membangun kabupaten. Inovasi telah dimulai sejak tahun 2013 dan terbukti, saat ini kondisi infrastuktur jalan telah jauh meningkat pesat di Kabupaten Mesuji dari sebelumnya.

“Pada tahun 2018 ini, jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Mesuji akan dibangun dengan cor beton kurang lebih sepanjang 100 kilometer sampai tahaplean concrete dengan ketebalan 12 cm yang akan dilaksanakan secara swakelola,” ujarnya.

Ditambahkannya, pembangunan secara swakelola dilakukan dengan menggandeng tenaga perencanaan dan konsultan dari Unila, UBL, dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstrusi. Penyediaan material dilakukan oleh pihak ketiga, untuk tahap job mix akan menggunakan alat berat milik Pemkab Mesuji, sedangkan pelaksanaannya menggunakan tenaga kerja masyarakat sekitar yang sudah terlatih secara padat karya (cash for work).
Dalam satu bulan mendapat gaji pokok Rp 1.250.000 dan gaji harian Rp 150.000. Semua pekerja dilengkapi dengan alat pengaman diri (APD) dan mendapat asuransi kesehatan, kecelakaan, dan kematian.
“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, inovasi pembangunan secara swakelola merupakan sebuah solusi yang akan terus dilakukan Pemkab Mesuji agar pembangunan dapat mencapai hasil yang maksimal dengan anggaran yang lebih efisien demi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Saya berharap sistem swakelola kedepan tidak hanya dilakukan di Mesuji, namun bisa diterapkan juga di daerah lain, pasti hasilnya akan luar biasa,” pungkas Khamami.

Penulis : Nara
 Editor : Seno
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami