Breaking News

Mantapkan Pembangunan Sistem Swakelola Canangan Khamami, Dinas PUPR Mesuji Gandeng Unila


Mantapkan  Pembangunan Sistem Swakelola Canangan Khamami, Dinas PUPR Mesuji Gandeng Unila

gentamerah.com | Mesuji- Untuk memantabkan program Swakelola canangan Bupati Mesuji, Khamami, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten setempat, menggandeng Universitas Lampung (Unila).

Kepala laboratorium jalan raya Fakultas Teknik Sipil Universitas Lampung (UNILA), Ir.Sasana Putra.MT., memberikan nilai positif terhadap pekerjaan jalan menggunakan rigid pavement beton yang ada di bumi ragab begawe caram itu.

“Saya pribadi memberikan nilai Positif dilakukannya swakelola ini, sangat efisien karena pekerjanya menggunakan masyarakat yang ada disini. Sebab dengan keterlibatan masyarakat, maka akan saling memiliki terhadap infastruktur,” ucapnya kepada Wartawan dilokasi pengerjaan jalan rigid ruas jalan Kabupaten di Desa Muara Tenang, Kecamatan Tanjung Raya, Selasa, (30/10/2018).

Menurutnya, segi teknisnya pengerjaan jalan tetap saja harus menggunakan prosedur . “Ya semua dalam pengerjaannya, tetap harus mengikuti prosedur prosedur teknis. Adanya qualitiy kontrol dan melihat alat – alat yang ada seperti halnya uji joknik dan uji lab harus di lakukan,”jelasnya.

Sasana mengutarakan, masih ada beberapa titik yang masih kurang, di karnakan pekerjaannya masih manual. “Tapi ternyata hasilnya setelah kita tinjau dilapangan, sangat bagus,  efisiensinya juga tinggi,” kata dia.

Sarannya, jika dimungkinkan agar dibuatkan laboraturium lapangan atau lab mini, untuk mengontrol pelaksanaan pekerjaan. "Jadi disetiap lokasi yang akan dikerjakan harus disediakan Lab Mini untuk mengontrol komposisi campurannya, karna kegagalan dalam pengerjaan diawali dari komposisi campuran bahan material baru dilevel pelaksanaannya," ucap Sasana.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mesuji, Najmul Fikri mengatakan, pada tahun 2018 memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan diruas Kabupaten Mesuji dengan Rigid Pavement Beton (RPB) yang di lakukan secara Swakelola.

“Sejauh ini,  jalan Rigid Beton dengan sistem swakelola yang sudah kita tangani sebanyak 15, untuk pengadaan bahan material sudah dilakukan pada akhir tahun 2017 lalu. Sementara pelaksanaan swakelola di APBD murni 2018 sudah 13 Ruas, pada APBD perubahan nanti,  mudah-mudahan tidak ada kendala dan pada saat ini sedang proses pengadaan bahan materialnya akan kita tangani 6 ruas,"kata pria yang akrab disapa kiki itu.

Terkait pekerja, kata dia, pada jalan rigid beton yang dibangun secara Swakelola, pekerjanya berasal dari masyarakat asli Kabupaten Mesuji. Selain untuk menyerap tenaga kerja, diharapkan menumbuhkan rasa memiliki, terhadap jalan. Sehingga proses pembangunan jalan itu bukan dari segi teknis belaka, tetapi harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Kita sadari, selama ini kerusakan jalan yang ada di Mesuji,  disebabkan banyaknya kendaraan yang bermuatan melebihi ketentuan (over load). Keterlibatan warga setempat dalam pembangunan jalan, agar bisa sama-sama ikut menjaga tersebut agar bisa tahan lama,” ucapnya.


Penulis : Nara
 Editor : Seno
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami