Breaking News

Nasib Rusunawa Metro, Retribusi Diraup Pemkot, Perawatan Diterbengkalaikan

Nasib Rusunawa Metro, Retribusi Diraup Pemkot, Perawatan Diterbengkalaikan

gentamerah.com | Metro –  Dana sewa dan retribusi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Iring Mulyo, disikat Pemerintah Kota Metro, namun pemkot setempat enggan melakukan pemeliharaan. Disinyalir penarikan retribusi yang dimasukan dalam pendapatan asli daerah (PAD) Kota Metro, belum ada serahterima barang.

Hal itu terungkap saat Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung didampingi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, melakukan inspeksi mendadak (sidak) proses peningkatan kualitas bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Iring Mulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Selasa (23/10/2018).

Perbaikan bangunan yang digarap oleh PT. Parosai itu, menghabiskan dana Rp3,2 Milyar dan ditargetkan selesai dalam kurun waktu 120 hari dimulai sejak pertengahan Agustus.

Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (Kasatker PKP) Provinsi Lampung, Maria Doeni Isa mengatakan, saat ini perkembangan perbaikannya sudah mencapai 39 persen. “Ini hanya memperbaiki beberapa kebocoran aja, pengecatan juga. Ini barang bukan membangun baru. Ini hanya kebocoran di kamar mandi dan pengecatan,” tutur Doeni.

Menurutnya, beberapa kerusakan yang terjadi disebabkan oleh kurangnya perawatan dari pihak pemerintah daerah. Hal tersebut sangat disatangkan, pasalnya biaya yang dibayarkan oleh para penghuni rusunawa, diambil alih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Metro, namun menurutnya tidak ada perhatian dari Pemkot Metro.

“Kalau soal serah terima memang belum, tapi kenapa duitnya (retribusi) sudah diambil? Harusnya membuat Perda setelah adanya serahterima dong barang kita. Duinya sudah diambil kok, barangnya gak mau diterima. Memang ini kita yang bangun, nanti kita serahkan ke Pemda. Tapi logikanya, yang merawat itu Pemda karena retribusinya masuk ke Pemda,” tegas Doeni.

Doeni menginstruksikan, bahwa perlu ada penambahan petugas keamanan dan petugas kebersihan. Selain itu, UPT selaku pengelola rusunawa harus diberikan dana operasional perawatan, yang tujuannya untuk menjaga kualitas sarana dan prasarana rusunawa ini.

Kepala UPT Rusunawa Iring Mulyo, Santi menyebutkan, terdapat sekitar 192 ruang di rusunawa ini, namun hanya 98 ruang yang sudah berpenghuni. “Memastikan bahwa mereka itu kita fasilitasi, air mereka lancar, listrik juga bermasalah atau tidak. Cuma itu. Iya uang sewa ini masuk ke kas daerah. Jadi kita terima langsung kita setorkan ke daerah. Kalo untuk pemeliharaan dan biaya operasional kita dibiayai oleh Dinas Perumahan dan Permukiman. Kan kita nginduk ke sana. Kita gak mengelola anggaran,” jelas Santi.

Penulis : DQ
 Editor : Seno
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami