Breaking News

“Pokjawan” Mereka Siapa ?


BIMO SENO

“tanpa kalian saya bukan siapa-siapa, bahkan kami tak paham,” celoteh seorang kawan, yang lazim kusebut adinda, disebuah sekretariat perkumpulan wartawan lokal.
Sambil ngemil pisang goreng dan bakwan, aku hanya diam mendengarkan. Apalagi tak lama kemudian scangkir kopi disuguhkan. Seseruput ku minum, awalnya terasa pahit, apalagi aku belum makan dari pagi hari, tapi harus kunikmati dan ternyata timbul rasa gula yang makin manis.

Seperti rentetan sebuah organisasi, saat berdiri, telah berdiri dan bertahan, memiliki peran dan rasa yang beda. Ketika itu ada rasa pesimis, pahit dan getir, tapi dengan sebuah pengharapan. Tak aku dapat manis itu, mungkin yang lain akan merasakannya, seperti generasi penerusnya.

Pahitpun terasa, ternyata hanya sebuah rasa yang memendam, saat rasanya dilupakan. “Tidak mungkin kami lupa, karena kami hanya penerus,” celoteh itu yang  membuat rasa gula.

Ternyata mereka tak pula, ini cikal bakal, bukan sebuah pengharapan, tapi sebuah kerinduan. Kebersamaan itu mengalahkan segalanya. Jika mereka tak lupa, mudah-mudahan para pejabat di daerah ini juga tak lupa. Kita memulai saat ini, belum ada yang lain,bukan pengakuan secara besar yang aku, kami, mereka inginkan. Cukup pengakuan yang memajukan, dan bukan memanjakan.

Karena didalam itu, organisasi Kumpulan Wartawan, dengan label POKJAWAN, adalah salah satu pilar. Jangan tengok nama label yang mungkin kecil, tapi tengok kebersamaan mampu mengguncang apapun.

Ah sampai aku lupa, kopi hampir habis, otakku baru mencokol, dia itu Dedy Tarnando tenyata, penurus yang memandegani organisasi itu, celoteh itu kudapat darinya. Sedikit berbisikpun dia, “Bantu aku, besarkan organisasi ini”. Aku tak mampu menjwab, karena bagiku aku tak lupa, seperti harapanku merekapun nahkoda-nahkoda daerah tak lupa, dan jangan tanya POKJAWAN, Mereka Siapa.
Mereka generasi muda, yang mampu membuatmu, dia, dan kalian diatas angin atau dibawah kolong meja. Bukan karena kehebatan, tapi dengan kekompakan.

Tulisanku ini hanya sebauah catatan, celoteh sore usai pulangku bertemu kawan lama, dan adik-adik yang mungkin mereka tak mengenalkan. Tapi biarlah, satu hal, aku bersyukur kalian mengingatku. Sukses 17 tahun POKJAWAN dalam usianya. ***


0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami