Breaking News

Menyulap Bambu Jadi Barang Berharga Ala Rumah Baca Bambu Biru


Menyulap Bambu Jadi Barang Berharga Ala Rumah Baca Bambu Biru
Kang Pibsa ketika sedang mengerjakan kerajinan cangkir bambu tadi pagi (21/11/2018).

gentamerah.com | Jawa BaratAgar generasi muda mampu berfikir kreatif dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada, Rumah baca bambu biru mengajak para geerasi muda untuk lebih berkreatif, salah satunya membuat kerajinan tangan dari bambu.

Rumah baca bambu biru yang terletak di kampung cibiru RT 04 RW 03 Desa Cicantayan Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tersebut didirikan oleh Pibsa (34). Tujuan mendirikan lokasi tersebut, untuk membangun minat membaca kalangan muda di sekitar daerah Kampung Cibiru atau yang lebih dikenal dengan Kampung Egrang. Seiring berjalannya waktu mulai mencoba membuat suatu kerajinan unik dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

“Disini (Kampung Egrang,RED)  lebih terkenal dengan bambu dan kaulinan,  zaman baheula yaitu egrang. Awalnya saya cuma iseng aja membuat inovasi kerajinan tangan dari bambu, dan supaya anak muda disini mau berpatisipasi pula dalam membangun kreatifitas,” tutur Pibsa.

Kerajinan unik bambu tersebut baru dirintisnya sejak bulan Mei 2018 lalu dan telah berhasil menarik pusat perhatian dari pemerintah setempat serta konsumen dari berbagai daerah. Kerajinan yang dibuatnya beragam,  mulai dari teko, cangkir, gelas, tempat tisu dan lainnya, serta harga yang ditawarkannya pun bervariasi tergantung dari ukuran dan jenis bambu yang ingin dibuat. “Kalau harganya macam-macam,  tergantung dari ukurannya, kayak gelas yang paling kecil itu harganya 23 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, kerajinan yang ada sudah masuk ke Bali, Palembang, Kalimantan. Waktu acara festival kampung egrang kemarin pun dari pemerintah sempat datang mengunjungi untuk memberikan support, dan Alhamdulillah Pak Fahmi (Walikota Sukabumi) membeli hasil kerajinan juga hehe bukan sebagai oleh-oleh ya tapi dibeli,”  ujarnya.

Namun sayang, kata Pibsa,   hasil kreatifitas dan gerakan yang dibangunnya kurang mendapatkan sambutan hangat dari pemerintah Kabupaten Sukabumi.“Kalau dari support, sekarang itu lebih enak dan gampang dari pemerintah Kota Sukabumi. Mungkin karena ada yang lebih berpontesi kan seperti geopark. Ya semoga kedepannya bisa di support lah dan kita pun mempunyai progress lebih untuk kemajuan kampung Egrang ini,” pungkasnya.

Penulis : Salmaa Felia Mentari
 Editor : Yana
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami