Breaking News

Akibat “Diusir” Medis Puskesmas Purwaagung , Suami Korban Mengaku Istrinya Alami Pendarahan

Akibat “Diusir” Medis Puskesmas Purwaagung , Suami Korban Mengaku Istrinya Alami Pendarahan
Anggota DPRD Waykanan, Sahdana saat mendampingi Kurdia (Korban Pengusiran Puskesmas Purwaagung), di tempat perawatan baru. 

gentamerah.com | Waykanan- Pasca dugaan paksaan pulang pasien Puskesmas rawat inap Purwoagung Kecamatan Negarabathin Kabupaten Waykanan, Lampung, mengkibatkan pendarahan. Hal tersebut  alasan keluarga korban tidak terima dengan perlakuan oknum dokter di puskesmas tersebut.

Kurdia,merupakan  korban tabrak sepeda motor dan mengakibatkan bagian kepala sebelah kirinya terluka parah, sehingga harus mendapatkan jahitan dan perrawatan. “Saya tahu kalau istri saya harus keluar dari puskesmas itu dari nenantu saya, karena saat itu saya lagi diwarung kopi. Makanya kaget, waktu saya tanya, kata perawatanya yang memerintahkan dokternya. Walau kesal saay bawa istri untuk pindah, nah pas di mobil itulah istri saya pendarahan,” ujar Habiburahman, suami Kurdia, Selasa (25/12/2018).
Kendati saat ini korban telah mendapatkan perawatan intensiv di tempat lain, Habiburahman mengaku masih kesal dan menyayangkan perlakuan tersebut. “Pelayanan yang buruk itu bukan hanya menimpa istri saya, tapi banyak pasien lain yang mengalami. Jadi hal seperti ini seharusnya dijadikan penilaian tersedniri oleh kepala dinas atau Pak Bupati,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Waykanan, Sahdana yang sebelumnya meminta dinas terkait melakukan tindakan segera, mengaku akan membawa permasalahan tersebut ditingkat sidang paripurna DPRD setempat. “Saya hanya meminta, Bupati melalui kadis kesehatan segera melakukan evaluasi. Jangan sampai insiden buruk seperti ini terus terjadi. Yang jadi pertanyaan saya, apakah tidak ada dokter lain yang lebih memiliki hati nurani untuk ditempatkan di Puskesmas Purwaagung,” ujar dia.

Sahdana menegaskan, tindakan yang dilakukan petugas puskesmas akan menjadi preseden buruk kedepan,  karena puskesmas manjadi salah satu tempat masayarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terdekat. “Kalau dibiarkan pelayanan di puskes seperti ini, dikhawatirkan kedepan warga trauma,” ujar Sahdana.

Penulis : Yoyon
 Editor : Seno
0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami