Breaking News

Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik dalam Menghadapi Daya Saing Global


Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik dalam Menghadapi Daya Saing Global

Oleh : Winingsih, S.Pd. M.Si
Kepsek SMAN 1 Banjit, Way Kanan, Lampung

Pada era saat ini,  bangsa Indonesia sedang menghadapi permasalahan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Masyarakat Indonesia pada umumnya dan dunia pendidikan khususnya, terkadang dibuat terperangah dengan munculnya berbagai kasus penyimpangan social,  bahkan menjurus keperbuatan criminal,  baik ringan maupun berat yang ternyata pelakunya notabene sebagai seorang pelajar.

Ada apakah ini..???  Fenomena apa yang sedang terjadi sesungguhnya?  Mengapa pelajar sebagai generasi muda yang diharapkan mampu membuat negara kita lebih berkualitas, bisa bertransformasi menjadi sosok yang berjiwa kriminal dan bisa melakukan penyimpangan-penyimpangan  sosial yang tidak bisa dinalar dengan logika? Bukankah pelajar memiliki dua rumah yang menaunginya dengan caranya masing-masing? Rumah yang pertama merupakan rumah tempat tinggal yang seharusnya bernuansa penuh kehangatan dan kasih sayang, rumah kedua adalah sekolah yang merupakan suatu tempat untuk mentransfer segala kebutuhan peserta didik untuk  menjadi sumber daya manusia yang mumpuni,  dengan berbagai ilmu dan pendidikan karakternya?.

Dunia pendidikan ibarat kawah candradimuka yang siap menjadi wadah bagi peserta didik untuk menggemblengnya menjadi pribadi yang tangguh dan berkarakter? Namun mengapa hal-hal tersebut tetap saja tidak bisa optimal membuat peserta didik tidak bertransformasi ke suatu karakter yang bukan kodratnya sebagai peserta didik?.

Pendidikan karakter mampu merevolusi mental peserta didik,  sehingga terjadi keteraturan sosial serta mengurangi perilaku-perilaku menyimpang yang terjadi di masyarakat.  Dan tidak bisa dipungkiri juga, betapa kuatnya karakter mempengaruhi perilaku peserta didik. Karakter yang positif  pada diri peserta didik  mampu membuat mereka menjadi sumber daya manusia yang handal, namun jika yang dimiliki karakter negative, maka  membuat mereka melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, tenyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh “ pengetahuan dan kemampuan teknis dan kemampuan kognitifnya (hard skill) saja”, tetapi lebih pada oleh “kemampuan mengelola diri dan orang lain (Soft Skill) “. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kesuksesan hanya ditentukan sekitar “ 20% hard skill”  dan sisanya “80% oleh soft skill”.

Seperti yang kita ketahui bahwa soft skill hanya dapat diperoleh dari pendidikan karakter pada peserta didik. 
Sebenarnya, selama ini, didalam dunia pendidikan dan dalam pengembangan kurikulum di sekolah,  telah menjadikan pendidikan karakter dapat dijadikan salah satu ranah yang dikembangkan, dibina dan dinilai dengan predikat. Dalam pengembangan kurikulum di sekolah ada tiga  ranah yang dikembangkan, yaitu ranah kognitif (pengetahuan), ranah psikomotor ( keterampilan) dan ranah afektif (sikap).

Pendidikan kognitif dan psikomotor tanpa karakter adalah ibarat menjadi “buta”, artinya pendidikan itu berjalan asal berjalan saja, tidak mempunyai titik tujuan kecuali hanya membuat peserta didik mumpuni di bidang pengetahuan, skill dan kompetensi tanpa memahami “mampu atau tidak”  peserta didik tersebut mengakomodir keahlian dan kompetensinya dengan optimal,  jika tidak didukung dengan karakter atau pribadi yang baik dan kuat. Sebaliknya pengetahuan karakter/afektif  tanpa disertai oleh pengetahuan kognitif dan psikomotor hanya akan “lumpuh”, yang berarti bahwa peserta didik ini hanya akan menjadi manusia yang dapat dimanipulasi dan dikendalikan  oleh orang lain.

Maka hal ini menjadi pekerjan rumah bagi stakeholder untuk mampu memberi bekal karakter yang tepat bagi peserta didik. Apalagi sekarang perkembangan dunia semakin canggih, era globalisasi sudah tidak terbendung. Daya saing global antarnegara juga semakin meroket tajam.  Maka kita harus mempersiapkan peserta didik dengan cermat,  karena ini merupakan sebuah strategi investasi manusia. Mengapa demikian?, karena dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki skill dan kompetensi yang berkualitas  namun juga memiliki pribadi yang berkarakter untuk menghadapi daya saing global ini. Era globalisasi yang sekarang ini menghampiri negara kita dapat memberikan dampak positif dan negatif pada para peserta didik. Perkembangan teknologi, perkembangan ilmu sains merupakan sekian sisi positif dari globalisasi. Namun dampak negatif dari globalisasi akan seketika muncul, jika peserta didik dan masyarakat tidak mempunyai pribadi yang berkarakter, sehingga tidak mampu mengimbangi dan menyikapi perkembangan globalisasi. Dan sudah menjadi hukum alam bahwa dengan semakin tingginya era globalisasi maka secara tidak langsung daya saing terintegrasi di dalamnya. Hanya dengan memiliki daya saing yang tinggi negara kita mampu menghadapi tantangan-tantangan global. Sehingga , pembangunan sumber daya manusia harus diarahkan pada pengembangan kemampuan dan karakter kuat dan kompetitif.

Untuk itu, solusi untuk mengoptimalkan sumber daya manusia, dengan diadakanya penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik.  Selama ini, terkadang pendidikan di sekolah hanya terpesona pada ketercapaian kompetensi dan skill peserta didik. Walau dalam Undang-Undang Pendidikan telah mengintegrasikankan pendidikan karakter didalam pengembangan kurikulum, terkadang sebagian satuan pendidikan masih belum mengoptimalkan pengembangannya. Kurang kesadaran dari pihak keluarga dan masyarakat serta lingkungan mengambil peran dalam penguatan karakter peserta didik, dapat mengakibatkan hal negatif bagi anak-anak, karena pada prinsipnya ,  dasar dari pendidikan karakter,  selain sebagai tanggung jawab sekolah,  juga tanggung jawab keluarga  dan masyarakat.

Realitanya, masih ada sebagian keluarga dan masyarakat yang tidak menyadari tanggung jawabnya. Bahkan sebagian dari mereka menganggap bahwa peserta didik sepenuhnya dibawah tanggung jawab sekolah. Padahal,   jika  terjalin kerjasama yang baik antarsekolah, orang tua, dan masyarakat serta lingkungan akan menambah  presentase  karakter positif pada peserta didik.

Maka dari itu, berbagai langkah penguatan untuk mendidik karakter perserta didik harus dilakukan  di berbagai lini,  sehingga mereka memiliki karakter positif yang mampu menghantarkan mereka menjadi individu yang handal dan mampu serta unggul, dalam menghadapi tantangan-tantangan dan daya saing global. Strategi yang dapat dikembangkan menjadi pondasi dasar penguatan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Keteladanan bagi peserta didik di ruang lingkup sekolah, semua warga sekolah yang lebih dewasa harus memberikan keteladanan baik dalam bentuk disiplin, prilaku dan perkataan. Pembiasaan yang dilakukan secara rutin dan berkala, strategi penguatan karakter ini dilakukan dengan pembiasaan, misalnya bersalaman dengan bapak ibu guru yang berpapasan, bersalaman dengan teman-temannya, menumbuhkan karakter gemar membaca, membimbing peserta didik menunaikan ibadahnya sesuai dengan agama mereka masing-masing, berdoa sebelum dan sesudah belajar dan lain sebagainya.

Setrategi lain, memberikan pujian dan penghargaan, pujian dan penghargaan diberikan ketika prilaku, wawasan dan cara pikir peserta didik menunjukkan karakter positif, sehingga mereka akan selalu menjaga dan berusaha mempertahankan nilai-nilai karakter positif yang telah ada untuk lebih berkembang.  Memberikan punishment, sekolah memberikan hukuman pada perserta didik yang berkarakter negatif dengan tidak mengabaikan rasa aman pada peserta didik baik secara fisik dan psikis. Pemberian hukuman harus didasarkan peraturan sekolah yang telah disosialisasikan sebelumnya oleh pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan seperti, peserta didik itu sendiri, guru, wali murid,msyarakat dll.     

Mengintegasikan pendidikan karakter pada pengembangan kurikulum,  hal ini dilakukan dengan cara menumbuhkan karakter positif pada setiap kegiatan belajar mengajar di sekolah.     Mengenali dan mengembangkan potensi peserta didik. Kegiatan penumbuhan karakter  yang terprogam, misalnya melalui peringatan hari besar, bhakti sosial, lomba kebesihan kelas dll. Penguatan pendidikan peserta didik juga dapat ditumbuhkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang tentunya mereka akan belajar cara berorganisasi, mengemukakan pendapat, bertanggung jawab dll. Mengukur tingkat ketercapaian penguatan karakter para peserta didik, melakukan evaluasi dan  rehabilitasi secara berkala pada peserta didik yang berkarakter negatif. Menyatukan visi dan misi serta komitmen warga sekolah, agar penguatan pendidikan ini berhasil mengoptimalkan peran kepala sekolah, peran teman sebaya, wali kelas, guru mata pelajaran dan mengoptimalkan peran guru bimbingan konsling untuk melakukan konsling pada peserta didik secara berkala.

Selalu bekerjasama dengan orang tua, ini dapat dilakukan melalui “ Program Parenting Scholl”, yang secara berkala dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi program sekolah dan juga memberikan laporan terhadap wali murid tentang prestasi dan karakter peserta didik, serta berkoordinasi agar penguatan pendidikan karakter peserta didik tidak hanya dilakukan pihak sekolah namun juga diterapkan oleh orang tua di rumah.

Dengan berbagai cara penguatan pendidikan karakter yang diberikan kepada peserta didik di atas, diharapkan tidak hanya mampu menghantarkan mereka untuk menjadi “individu yang berkarakter”, namun juga diharapkan karakter-karakter yang dimilikinya mampu menjadikan mereka menjadi generasi muda yang mampu menghadapi dan menjawab tantangan-tantangan global dan memiliki kompetensi yang handal dalam menghadapi daya saing global.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               








0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami