Breaking News

Kawanan Rampok Bersenpi Rampas Accu Eksavator Milik Pemkab Mesuji

Kawanan Rampok Bersenpi Rampas Accu Eksavator Milik Pemkab Mesuji

gentamerah.com | Mesuji –  Kawanan perampok menggasak satu unit Accu alat berat (Eksavator) milik Pemkab Mesuji Lampung, sebuah genset serta tiga buah handphone. Kawanan tersebut juga menganiaya  tiga orang yang sedang bertugas menjaga alat berat tersebut, sambil menodongkan senjata api rakitan (senpira) dan parang,  Senin(21/1/2019), sekitar pukul 02.30 WIB.

Aksi perampokkan itu terjadi di areal persawahan di Desa Sungai Buaya, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Mesuji.

Berdasarkan penuturan Bagus (18), salah satu korban, warga Desa Sungai Buaya, peristiwa yang mereka alami malam itu, bermula saat bersama dua rekannya, Umbul (50) dan Adi (17), kedua warga desa setempat, tengah melaksanakan ronda malam bergilir, untuk menjaga alat berat (Eksavator) milik Pemkab Mesuji, dilokasi areal persawahan tidak jauh dari permukiman penduduk.

Ketiganya tidak menyadari bahwa malam disatroni perampok yang berjumlah dua orang. Ketika sedang asyik mengobrol untuk memecah kesunyian malam itu, tiba-tiba ketiga korban dikejutkan dengan kedatangan para pelaku yang langsung menodongkan senjata api jenis pistol dan parang. Merasa ketakutan, ketiga korban hanya diam sambil disekap dan dipaksa untuk menyerahkan handphone, melepas accu eksavator dan satu unit genset oleh para pelaku.

Dalam kondisi terancam, para pelaku memaksa ketiga korban untuk membawa barang-barang jarahannya. Bagus dan Adi membawa Accu Eksa, sementara Umbul membawa genset yang digunakan untuk menyedot air dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer menuju muara tempat kapal otok pelaku diparkir.

"Kami bertiga dipaksa memanggul Accu dan genset, sambil ditodong pistol dan parang. Jika kami berhenti, langsung dipukul pakai parang. Walaupun lelah dan sakit,  kami terus berjalan tanpa henti. Setelah sampai di muara, mereka langsung naik ke perahu dan kabur membawa barang-barang itu,” jelas Bagus, dihadapan kepala desa dan orang tuanya, Senin pagi.

Menurut Muhammad Wahid, orang tua kandung  Bagus, ketiga korban sampai dirumah sekitar pukul 04.30 wib dengan kondisi ketakutan, terlihat dari wajahnya yang pucat berkeringat.
"Para pelaku sempat menampar ketiganya dan meledakkan pistol sekali, agar anak saya dan dua kawanya takut dan tidak melawan,” kata dia.
Sementara itu, Muhammaf Alia Muis,  Kepala Desa Sungaibuaya mengatakan, alat berat itu sedang bekerja membersihkan kanal atau saluran air di desanya. Untuk pengamanan, tiap malam warga secara bergiliran melakukan ronda.

"Kebetulan kalau Bagus dan Adi, malam itu mendapat giliran ronda, mewakili orang tuanya yang berhalangan,” katanya.

Muis menutrurkan, sudah melapor masalah tersebut ke Babinsa,  Babinkamtibmas dan operator alat berat. “Kalau laporan ke polisi, kami masih menunggu petunjuk dari dinas terkait. Yang jelas, hari ini Accu yang hilang langsung kami ganti, agar alat berat tersebut bisa bekerja kembali, itu sebagai bentuk tanggung jawab kami," tutupnya.
Penulis : Nara
 Editor : Seno
0 Dilihat
Hubungi Kami