Bupati Lampura :Musuh Nyata Pemecah Belah Bangsa Saat Ini Narkoba dan Medsos


Bupati Lampura :Musuh Nyata Pemecah Belah Bangsa Saat Ini Narkoba dan Medsos
gentamerah.com | Bupati Lampura (Lampura)- Musuh nyata saat ini bukan lagi senjata, tapi Narkoba, Medsos yang ingin mempecah belah bangsa, maka harus dapat dipertahankan kemerdekaan yang sudah di perjuangan oleh Para pejuang terdahulu.

Hal itu diungkapkan Bupati Lampura,  H. Agung Ilmu Mangkunegara saat menghadiri acara Sosialisasi Jiwa Semangat Nilai (JSN) 45 Tingkat SLTP, MTSN dan Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kabupaten Lampung Utara (Lampura), di Aula Tapis kantor Pemda setempat, Selasa (23/7/2019).

 “Acara ini sangat luar biasa, ini yang kita nanti-nantikan selama ini. Indonesia adalah Negara terbesar bagaimana para pejuang menyatukan bangsa ini, dan sekarang anak-anak jaman now tinggal menikmati kemerdekaan,” kata Bupati Agung.

Bupati Lampura mengatakan, kemerdekaan itu, bagaikan sebuah bangunan, membangun memang mudah, tapi mempertahankan yang susah, begitu juga seperti para pejuang terdahulu tidaklah mudah merebut kemerdekaan, namun jaman sekarang banyak musuh dari dalam itu sendiri yang ingin mempecah belah bangsa.

Kegiatan yang di prakarsai LVRI Lampura itu, dihadiri Dandim 0412/LU, Letkol Inf Krisna Pribudi, diwakili Pabung Tbb – Mayor Inf A. Sunarya, Ketua LVRI Provinsi Lampung – Mayor (Purn) Hi. S. Supardi, Ketua LVRI Lampura – Hi Saleh Ahmad, Kapolres – AKBP Budiman Sulaksono S.IK, Sekda – H. Sopyan, para Kepala Dinas/Badan dan para pelajar.

Ketua LVRI Lampura, Saleh Ahmad mengatakan,  acara tersebut digelar dilatar belakangi generasi 45 dan generasi saat ini semakin memudar dan lunturnya jiwa pejuang.

Menurut Datuk Saleh Ahmad, JSN 45 tidak diperoleh dengan seketika, akan tetapi banyak sekali pengorbanan pahit getirnya rakyat merasakan, mulai dari kesusahan, kelaparan, tidak memiliki pakaian. Namun dengan Semangat pantang menyerah dan dengan senjata seadanya dapat mengusir para penjajah yang memiliki senjata lebih lengkap dan modern kala itu.

“Pada tahun 1945, kita mendapat kemerdekaan, para pejuang di Lampung Utara juga mempertahan tiap jengkal wilayah, bahkan pertempuran di Baturaja banyak memakan korban, tapi alhamdulilah kita dapat memenangkan pertempuran itu ,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan penyerahan Buku tentang Kemerdekaan Bangsa Indonesia tahun 1945, kepada para pelajar tingkat SLTP, MTSN dan para Santri Ponpes Darul Khair



Penulis : Gian Paqih
Editor : Yana

Dilihat 0 kali

Posting Komentar

0 Komentar