Breaking News

Waspada, Daging Sapi Oplosan Babi Beredar di Metro Dengan Pembelian Online

Waspada, Daging Sapi Oplosan Babi Beredar di Metro Dengan Pembelian Online

gentamerah.com | Metro - Warga Kota Metro harus ekstra waspada ketika membeli Daging sapi. Pasalnya, telah ditemukan daging sapi oplosan daging pork (babi) beredar di Kota setempat. Modus yang digunakan melalui penjualan online.

Dari informasi yang diterima awak media, kasus daging sapi oplosan daging babi ditemukan pada situs jual beli online OLX. Dengan ciri, harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasaran, berkisar Rp 95 ribu per kilogram.

Saat ditelusuri pada situs OLX di wilayah Metro bahkan di Lampung, penjualan daging sapi tak lagi tersedia. Padahal, dari data yang diterima, penjualan daging pada situs tersebut masih terdeteksi pada 8 Juli 2019. Sejumlah Wartawan kemudian menelusuri media sosial Facebook.

Hasilnya, penjualan daging sapi dengan harga miring banyak ditemukan. Metode pencarian pun cukup mudah hanya dengan memasukkan kata 'daging sapi' pada kolom search, dan dalam sekejap, para penjual daging online dapat dengan mudah ditemukan.

Di Facebook, penjual harga miring daging sapi banyak ditemui berlokasi di Bandar Lampung. Bahkan, beberapa penjual berani memberi diskon fantastis jika pembelian dilakukan dalam jumlah banyak atau puluhan kilogram.

Rata-rata mereka menjual Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram (kg). Padahal, harga daging sapi lokal saat ini di sejumlah pasar berkisar Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per kg. Harga ini terbilang normal karena harga daging sapi hidup ditaksir Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu di Kota Metro.

Harga daging sapi akan meningkat hingga dua kali lipat, saat sudah dipotong dan menjadi karkas. Belum lagi ditambah biaya potong yang mencapai Rp 20 ribu per kg di Rumah Potong Hewan (RPH) dan biaya ongkos angkut ke pasar.

Harga Rp 120 ribu adalah harga jual standar. Sementara untuk daging sapi impor dijual lebih murah sebesar Rp 80 ribu, sesuai Permendag Nomor 96 tahun 2018. Namun syarat untuk menjadi importir sesuai Permendag Nomor 5 tahun 2016 tidaklah mudah.

Sekretaris MUI Kota Metro Nasrianto Effendi saat ditemui awak media mengaku jika dirinya telah mengetahui adanya peredaran daging sapi oplosan babi di wilayah setempat. Ini setelah pada 18 Juli 2019, MUI diundang untuk menghadiri rapat di Aula Dinas Pertanian Metro tentang tindak lanjut adanya dugaan pemalsuan daging sapi yang dioplos babi.

Nasrianto Effendi mengatakan, dari hasil rapat gabungan menyampaikan positif adanya daging sapi palsu yang mengandung pork atau celeng beredar di wilayah Kota Metro. Hal tersebut dipastikan setalah Kesmavet setempat melakukan uji sampel laboratorium organoleptik dan identifikasi.

Dari  hasil uji yang diperoleh awak media menyatakan daging positif mengandung pork, dengan ciri daging berwarna merah pucat, bau tidak anyir, dan konsistensi berserat. Bahkan tim Kesmavet Metro juga dikabarkan kembali menguji ke Balai Veteriner Lampung untuk lebih memastikan.

"Temuan ini dari peredaran lebaran kemarin. Dan dikabarkan 780 kilo lebih yang teridentifikasi mengandung babi beredar di Metro. Demi kepentingan umat, kita minta ini segera diumumkan ke publik supaya masyarakat tahu, bukan membuat panik, tapi masyarakat harus dilindungi," tukas Nasrianto, Selasa (23/7/2019)

Dirinya menyayangkan belum adanya peringatan atau pemberitahuan dari pemerintah. Padahal, menyangkut kepentingan publik. Karenanya, ia meminta agar daging oplosan segera diusut tuntas, supaya bisa dipastikan masyarakat aman dan terjamin mengonsumsi daging.

"Apalagi diketahui peredaran melalui online. Artinya ini bukan di Metro saja. Bisa dimana saja. Masyarakat harus diberi tahu, saya sepakat temuan ini dipublikasi kalau betul mengandung babi. Biar warga waspada. Walau katanya daging ini bukan dari Metro asalnya," katanya lagi.

Agar masyarakat, kata Nasrianto Effendi, untuk mewaspadai dan melaporkan jika menemukan penjualan daging sapi secara online yang di bawah harga pasaran. “Serta jangan cepat terbuai karena faktor harga lebih murah. Karena keamanannya belum terjamin,” ujarnya.

Sementara Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Metro Parjiya saat dikonfirmasi awak media terkait adanya temuan peredaran daging sapi online yang bercampur dengan daging babi di wilayah setempat cenderung enggan memberi pernyataan.

Dijelaskannya, temuan tersebut memang belum dikespose karena lagi melakukan penelusuran.

"Kita belum publikasi, lagi koordinasi antar daerah karena banyak dari luar Metro. Jangan diekspose dulu, saya mohon, karena ini nunggu surat edaran pimpinan, pak wali, kita mau pemanggilan soalnya. Saya lagi di luar kota," imbuhnya via telepon.



Penulis : Decky
Editor : Seno

0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami