Header Ads Widget

Kades Sebelas Juta Dah Jalan, Hearingnya Mlempem “Kerupuk Kecemplung Bakso”


Kades Sebelas Juta Dah Jalan, Hearingnya Mlempem “Kerupuk Kecemplung Bakso”

“Hearingnya kapan ya, kok dah pada terbang jalan-jalan, eh salah bimbingan teknik, katanya,” celoteh seorang kawan di pinggiran SPBU Kotabumi, sambil menikmati bakso gerobak dorong.

Tampaknya kawan terlalu banyak ngasih sambal di adonan baksonya, rasa pedas itu terlihat jelas dibibirnya yang mulai memerah dibarengi matanya yang mulai berkaca-kaca. Seperti pedasnya awal cerita pak legislator yang katanya menyoroti jalan-jalannya para Kades dan sekdes, tapi akhirnya mlempem kayak kerupuk yang disiramkan dikuah bakso.

“Wuih pedas betul ya, tu diminumkan es, kawan biar adem dikit,” sercah sahabat yang baru datang mengenakan baju bergaris hitam berbentuk kotak-kotak, kayak kotak-kotaknya penyimpan statement mereka yang terkurung rapid an tak mungkin lagi keluar untuk membendung aliran dana “boros” nya para kades dan sekdes.

Aku yang lihat tingkah kedua kawanku itu hanya tersenyum sambil menikmati keripik dari pedagang asongan  yang kubeli karena melihat sepinya pembeli, kendati keringatnya sudah mengucur ditubuhnya, pedagang asongan itu masih mencoba menjajakan dagangannya. Ah tidak ada fikiran dimereka tentang jalanya Kades dengan dana yang fantastis itu, toh bukan bagianya. Yang mereka tahu mencari duit seribu dua, dengan modal sendiri, bukan enaknya menikmati kucuran uang Negara yang kemudian bisa ngajak keluarganya jalan-jalan.

“Lu diam aja sobat, enak ya keripiknya,” Tanya sahabat kepadaku, dengan gaya senyumnya yang khas, rambutnya yang  dipotong agak cepak itu, menggugahku dari diam menikmati keripik singkong. Seperti diamnya para wakil rakyat tentang belasan juta per kades untuk dana bimtek. Nikmat keripik singkongku seperti nikmatnya para jajaran kades hingga punggawa kabupaten, bersama bancakan menikmati dana yang ga perlu mengucurkan keringat mencarinya.

Mungkin tidak perlu bertanya apa hasil yang akan mereka pulang dari bimtek itu ke desanya, yang sudah pasti oleh-oleh untuk keluarga besarnya dulu. Masalah apa yang mau diterapkan di desanya ya itu urus nanti. Jika kurang matang dan paham, tahun depan masih ada anggaran lagi untuk bimtek ke daerah lain lagi. “Ah biarkan mereka jalan, dan biarkan mereka (baca : Legislator) diam”. ***



Dilihat 0 kali

Posting Komentar

0 Komentar