Breaking News

DPRD Metro Malas “Ngantor” , Warga Geram dan Pertanyakan Kinerja Wakil Rakyatnya

DPRD Metro Malas “Ngantor” , Warga Geram dan Pertanyakan Kinerja Wakil Rakyatnya

gentamerah.com // Metro – Acapkal mangkir datang ke kantor, sebagian anggota DPRD Kota Metro, Lampung menjadi sorotan masyarakat. Malasnya para wakil rakyat tersebut dinilai tidak sesuai dengan amanat yang diembannya sebagai penyambung aspirasi konstituennya.

Dari hasil pantauan awak media, gedung wakil rakyat tersebut Nampak lengang. Berbagai alasan para wakil rakyat itu malas datang kekantor. Mulai dari Dinas Luar (DL) atau Kunjungan Kerja (Kunker) atau tanpa kabar,  Senin pagi, (02/03/2020).

Bahkan setiap kali agenda kunjungan luar daerah. Wakil Rakyat sama sekali tidak mengeksposnya,  sehingga masyarakat tidak tahu pasti apa yang dilakukan wakil rakyat itu.

"Memang sejak beberapa minggu, bahkan beberapa bulan ini. Ada anggota dewan jarang hadir, paling kalau hadir yang banyak ketika ada agenda paripurna saja, kalau sehari-harinya sepi,"kata Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja disekretariat DPRD Kota Metro, dan  tidak ingin namanya disebutkan.

Ironisnya, rapat badan musyawarah ( banmus), rapat komisi, rapat kerja dengan SKPD, dan rapat pembahasan anggaran dilakukan secara tertutup.

Para wakil rakyat terkadang berdalih melakukan kunker dalam rangka tukar pendapat terkait tugas dan kinerja ang­gota komisi dengan DPRD lainnya, mereka juga beralasan untuk peninggkatan wawasannya.

Semenjak dilantik tahun lalu, masyarakat menilai kinerja anggota DPRD Kota Metro, periode 2019-2024 pilihan rakyat itu belum terasa manfaatnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Metro, Hamid Syaipul mengaku heran dengan para wakil rakyatnya itu.Setiap ada pergantian anggota dewan tidak ada perubahan kearah  yang lebih baik. Bahkan cendrung memburuk. DPRD periode lalu hingga kali ini sama aja, lebih suka menghabiskan uang rakyat untuk kepentingan pribadi.

"Anggota dewan itu, amanah dari warga Kota Metro, jadi kalau kantor dewan sering sepi, memang kurang baik. Bilamana ada masyarakat yang akan mengadu persoalan terjadi dilingkungan mereka, atau pun untuk menyampaikan aspirasinya, tentunya sangat kecewa, karena kantor dewan sepi,"ujarnya kesal.

Katanya studi banding, konsultasi dan kegiatan lainnya belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan dan kemajuan daerah.  "Anehnya, setiap kegiatan  yang dilakukan  DPRD tidak pernah dipublikasikan oleh media, baik cetak maupun elektronik. Apakah media yang tidak mau mempublikasikan atau DPRD yang tidak mau, atau tidak suka dipublikasikan. Ini tentunya menjadi pertanyaan ditengah-tengah masyarakat, ”ungkapnya lagi.

Ketua PWI Metro, Abdul Wahab menyesalkan prilaku wakil rakyat itu. Kunker luar daerah tidak jelas hasilnya. “ Memang ada aturannya, tetapi apa input outputnya dan tentunya ada dampaknya bagi Kota Metro. Kunker boleh saja, asalkan subtansinya jelas demi perkembangan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dan jangan hanya sekedar plesiran saja,” ujarnya.



Penulis : Decky.A
Editor : Riasto

0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami