Breaking News

Muncul ARJUNA "Yang Kabarnya" BERANI

Lentera Hati
S E N O
Pemred Genta Merah

"Akhirnya, mereka berpasangan. Masalah ada yang kecewa, bungah dan sebagian jengah, itu sudah jadi bumbu dalam dunia politik," celoteh kawan, disebuah toko kelontongan , tempat yang tak biasa kami nongkrong.

Karena tak biasanya itu terkadang justru lebih asyik. Hal yang gak disangka akan menjadi sebuah trend tersendiri, walau terkadang menimbulkan banyak pertanyaan, bahkan tidak sedikit nyinyiran.

Hanya empat orang termasuk aku yang ada ditempat itu, bersenda dengan canda yang tidak renyah bahkan sedikit membosankan. Tapi hanya tinggal bagaimana kita menilainya saja, dari sisi mana mau dilihat. Seperti munculnya pasangan baru jejuluk "Arjuna" kabarnya berkepanjangan anah Rakyat Juprius - Rina. Ah, jangan banyak ditanya, kok bisa, jawabnya ya bisalah.

"Akan jadi seru nih, karena ada Berani yang berpasangan utuh, tanpa pecah. Kalau masalah kepanjangannya itu apa, aku ga paham tapi kalau orangnya ya Adipati-Edward," kata seorang sahabat, sambil melihat  sapu ijuk yang bergelantungan di toko kelontong itu.

Aku tak paham kenapa matanya nanar kearah  gelantungan sapu itu. Makna mana yang bisa diibaratkan sapu kemudian bersih. Ini belum ada tanda pertarungan,  baru sebuah ancang-ancang yang belum tercatat jelas disebuah lembaga penyelenggara pemilu.

"Tak usah terlalu dipikirkan, mau kemana dukung siapa, kenapa harus dia atau dia juga. Buat kita pening palak.  Lihat aja pertarungannya, biarkan orang politik, pura-pura politikus, atau para tikus sampai penjilat yang memberikan ponten tentang pasangan itu," jabar dia, saraya meraih bungkusan rokok yang ternyata tinggal isi dua batang. Eh, aku lupa ternyata rokok itu punyaku,. Tega juga kawan itu, rokok tinggal dua batang diembat pula. Padahal duit dikantong tak ada lagi untuk belinya, ngutang dah malu, karena numpuk . Seperti numpuknya persoalan Bantuan yang mulai mencuat di kampung, ini akan menjadi sebuah PR, entah siapa yang mauenyelesaikannya. Atau akan nguap begitu saja, seperti janji politik.

"Kalau tak paham politik tak usah ikut-ikutan, nanti malah hancur hati, hancur harapan," timpal kawan , menyela ocehan sahabat yang mulai menerka-nerka akan muncul calon independen, akibat pecahnya pasangan yang semula telah berjejuluk.
Sahabat mulai meraba-raba, kekuatan para kandidat. Paadahal rabaannya belum tentu tepat, semua mengclaim keunggulan.

Jika bermula dari Berhias, kemudian muncul Arjuna tentu bukan lagi sebuah perhitungan abal-abal, mungkin mereka mengakui keunggulan lawan. "Kalau dua kubu jadi satu, kan bisa salingntambah, tapi juga berkurang karena kekecewaan akbat perpecahan," kata kawan yang dari tadi diam, kemudian ngomong lantang. Seperti lantangnya yang ngakunya TS, padahal hanya tukang ngobrol di teras, seolah bisa mengclaim ribuan massa.

Lah, biarkan ada yang pecah, pasangan baru, atau pilihan kemana dengan yang lama. Serahkan pada massa, yang tak memasabodohkan sebuah peristiwa. ***

0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami