Breaking News

Tabung Kosong Kemunduran Demokarasi, Mau Kemana Golkar Berlabuh

Elyas Yusman

gentamerah.com // Waykanan - Tabung kosong merupakan sebuah kemunduran demokrasi, Jika terjadi kotak kosong merupakan kegagalan partai politik, elit yang mana mereka ada di pusat dan di daerah dan merupakan kemunduran suatu daerah dalam demokrasi.

Hal itu dikatakan Mantan Pimpinan Kecamatan Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Baradatu, Waykanan Lampung, Elyas Yusman. Ungkapan itu tercetus karena hingga saat ini belum ada tanda-tanda munculnya dukungan Golkar ke pada salah satu Bakal Calon pasangan Bupati Waykanan. "Mau kemana Golkar ini, hendak dibawa kemana Waykanan dengan Para elit Golkar yang notabene pimpinan provinsi adalah putra terbaik Waykanan. Apakah akan terus mengalami kemerosotan," katanya.

Bukan bicara tanpa dasar, Elyas membeberkan dari pemilu 1999 selalu mengalami penurunan puncaknya adalah 1999. Pada tahun 2004 memperoleh kursi sembilan, tahun 2009 merosot hanya enam  kursi, kemudian tahun  2014 perolehan kursinya hanya empat,  puncak kemerosotannya tahun 2019 hanya tiga Kursi. "Satu Fraksi saja tidak cukup. Apakah akan mengikuti jejak partai lain yang terus tenggelam. Jelas sekarang pucuk pimpinan Golkar provinsi adalah orang nomor satu di Lampung ini. Kita berharap bisa bangkitkan Golkar," kata dia.

Menurutnya, dengan slogan Lampung Berjaya, sudah seharunya PG juga bisa berjaya di Waykanan. "Tidak saling menyalahkan, tapi bisa inteopeksi diri. Jangan hanya mengedepankan kepuasan pribadi. Tanpa memikirkan partai yang membesarkan namanya," ujarnya, Selasa (9/6/2020).

Dikhawatirkan, kata Elyas dengan kondisi seperti ini akan menenggelamkan partai yang pernah berjaya dan berkuasa di negeri ini. "Kalau hanya terus jadi pendukung bukan pengusung, ini akan jadi preseden buruk kedepan . Saat ini jelas sekali masih banyak kesempatan, hanya tinggal.kemana partai ini berlabuh," kata dia. (Red)

0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami