Breaking News

Miris, Baru Ada di DPRD Mesuji Sekwan Tunduk Dengan Kasubbag

 

Miris, Baru Ada di DPRD Mesuji Sekwan Tunduk Dengan Kasubbag


Gentamerah.com // Mesuji- Kendati  jabatannya hanya Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) di sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Mesuji, Wawan Setiawan, ternyata memiliki kuasa mengalahkan Sekretaris dewan. Mirisnya Sekwan di tempat tersebut terlihat tunduk dengan kasubag itu.

Bahkan Wawan Setiawan mengaku siap mengundurkan diri jika para awak media di Kabupaten Mesuji tidak menyukai kebijakan yang diambilnya. 

Hal itu disampaikan Wawan saat dikonfirmasi beberapa awak media terkait keberatannya untuk menerbitkan publikasi advetorial dalam gelaran Sidang Paripurna Istimewa Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mesuji Ke-12 yang digelar pada Kamis (26/11/2020) kemarin.

"Kalau kalian semua nggak suka, silakan saja. Saya siap mengundurkan diri sebagai Kasubag Humas dan PPTK," tegas Wawan.

Meski mengakui bahwa alokasi anggaran publikasi masih ada, Wawan mengatakan saat ini sudah tidak bisa lagi menerbitkan advetorial dan sisa anggaran yang ada akan dikembalikan ke kas negara.

“Saya tidak mau menerima advetorial lagi. Nggak kepegang untuk menginput berkasnya,"ujar Wawan.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji, Ismail Tajudin, yang juga sempat beradu mulut dengan sejumlah awak media pasca paripurna itu, mengaku tidak sanggup lagi membicarakan kondisi tersebut.

"Alokasi untuk media itu sebenarnya masih tersisa berkisar Rp 200 juta, tetapi saya sudah tidak dapat berbuat apa-apa sebab semua keputusan ada di tangan Kasubbag Humas," ucapnya.

Atas kondisi tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Mesuji, Aan Setiawan, mengaku sangat kecewa dengan sikap yang dipertontonkan Sekretariat DPRD Mesuji. 

"Rancu. Tidak jelas siapa pimpinan, siapa bawahan,"tegas Aan.

Senada dengan Aan, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mesuji, Apriadi, SE merasakan hal yang sama.

"Menagih hak kita saja terasa begitu sulit. Seolah kita sedang mengemis uang yang dia bawa dari rumahnya," kata Apri.

Penulis : Andi

Editor : Nara


0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami