Breaking News

Proyek Bumiharjo-Simpang Waytuba Diduga Amburadul, Dinas PU Provinsi Lampung Tutup Mata

 



Gentamerah.com // Waykanan – Pengerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan (Link080)  Bumiharjo-Simpang Waytuba, Waykanan Lampung diduga dikerjakan asal jadi dan tanpa papan nama. Pemasangan proyek siring pasang juga diduga tidak sesuai spek.

Penelusuran tim gentamerah.com, proyek bernilai Rp1,062 milyar itu dikerjakan  tidak sesuai ketentuan. Diduga volume pengerjaan proyek jalan dan siring pasang ketebalanya asal-asalan, hal itu terlihat dari ketebalan jalan hanya 2 cm, sedangkan siring pasang  dengan ketinggian 50 cm.

Amburadulnya proyek milik Dinas PU Bina marga Provinsi Lampung dikerjakan oleh CV Azzahra Gita Persada. Dengan kondisi pekerjaan tanpa kwalitas tersebut, dalam waktu singkat sudah akan hancur kembali.

Dari informasi yang diperoleh tim gentamerah.com, dalam waktu dekat ini rekanan yang mengerjakan proyek sudah akan melakukan pencairan dana tahap akhir. 

“Ini proyek memang asal-asalan, kami yakin tidak akan bertahan lama. Coba saja selain ketebalanya tidak sesuai ketentuan, jelas sekali mereka tidak berani pasang papan informasi. Sudah seharusnya penegak hukum segera melakukan penelusuran,” ujar salah satu warga sekitar.

Salah satu pemuda penggiat anti korupsi, Ahmadi Idris mengungkapkan, jika permasalahan tersebut tidak segera diperbaiki kembali maka atas nama warga akan melayangkan laporan ke Kejaksaan Tinggi Lampung. 

“Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan, ini daerah kita. Proyek milik provinsi, yang mengerjakan juga bukan rekanan dari Waykanan, kok dikerjakan asal-asalan bahkan bisa saya katakana amburadul. Maka kami memohon kepada penegak hukum bisa segara cek lapangan, dan jika terdapat penyimpangan, tentunya harus diproses secara hukum,” ujar Ahmadi.

Sementara itu, Pejabat pelansana teknis kegiatan (PPTK) Dinas PU Bina Marga Provinsi Lampung, Ahmad Barden Mogni, saat dikonfirmasi via telepon genggamnya mengaku pekerjaan tersebut sudah dilakukan survey oleh konsultan.

“Itu ada plangnya, kalau masalah kekrungan volume itu ya itu masalah teknis aja. Yang biasa turun lapangan itu bu Ida (Konsultan,RED). Sebaiknya koordinasi dulu dengan rekanan pemilik proyek,” kata dia.  

Penulis : Yoyon Sandiwa

Editor : Seno                                                                                                                


0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami