Header Ads Widget

Menanga Jaya, Kampung Ujung Yang Menggeliatkan Perekonomian Memanfaatkan Listrik

 

Menanga Jaya, Kampung Ujung Yang Menggeliatkan Perekonomian Memanfaatkan Listrik

Gentamerah.com // Waykanan – Kendati menjadi kampung ujung dan berbatasan dengan area hutan kawasan, Kampung Menanga Jaya Kecamatan Banjit Waykanan, Lampung berbagai usaha terus menggeliat. Warga yang semula menikmati terangnya listrik menggunakan kincir air mini dengan kapasitas terbatas, kini aliran listrik PLN sudah masuk dan menambah kemajuan ekonomi warganya.

Baru sekitar tujuh tahun aliran listrik milik PLN itu masuk ke kampung setempat, warga yang memanfaatkan aliran listrik PLN semakin merasakan kemajuan. Terutama dibidang pertukangan, penjualan es dan juga bengkel. 

“Kalau dulu kapasitasnya kan terbatas, walau punya kulkas dua, ya gantian makainya. Karena tegangannya ngangkat satu kulkas aja ga maksimal. Jadi kalau yang satunya es nya sudah keras, baru colokan ke kulkas satunya. Kalau sekarang sudah ada listrik PLN ini, mau dua kulkas sekaligus ya ngangkat, jadi bisa melayani permintaan walau banyak,” ujar Nanang, Warga setempat, Kamis (21/01/2021).

Menurutnya, penggunaan listrik menggunakan kincir banyak kendala. Terutama saat hujan deras dan aliran tiba-tiba membesar. “Kalau tidak telaten ngawasi ya bahaya. Pas banjir bisa-bisa hanyut kincir kita. Memang tidak ada beban bulanan, tapi kalau pas rusak kena banjir, dana dandannya juga jutaan,” ujarnya.

Saat ini, kata Nanang, warga setempat yang memiliki keahlian membuat meubelair, memanfaatkan aliran listrik PLN untuk produksi. “Ga mungkin ngangkat kalau pakai kincir mini untuk usaha pertukangan. Sekarang mereka sudah bisa produksi sendiri, dari buat lemari, kursi dan perlengkapan meubelair lainnya,” kata dia.

Kepala Kampung Menanga Jaya, Barda Linza mengungkapkan, masuknya aliran listrik PLN mempermudah kebutuhan.  “Alhamdulillah, dengan adanya listrik PLN membawa kemajuan tersendiri bagi kampung kami. Tentunya jalanan juga terang benderang. Dan keperluan lainnya yang memanfaatkan jasa listrik berjalan. Di kantor kampung kalau tidak pakai PLN gimana mau menggunakan komputer. Usaha warga juga makin maju,” katanya.

Barda menjelaskan, jumlah kepala keluarga sebanyak 400 KK lebih. Dengan luas wilayah 1.100 hektar. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani perkebunan dan sawah. “Kalau tanah perkebunan mencapai 953,85 hektar, sawah hanya 190 hektar. Yang menggunakan jasa PLN untuk usaha mencapai seratusan lebih,” kata Barda.

Penulis : Warseno


Dilihat 0 kali

Posting Komentar

0 Komentar