Breaking News

LKPJ Bupati, Pendapatan Waykanan Tahun 2020 Terealisasi Rp1,29 triliyun

 

LKPJ Bupati, Pendapatan Waykanan Tahun 2020 Terealisasi Rp1,29 triliyun

Gentamerah.com || Waykanan – Realisasi pendapatan tahun 2020 Waykanan yang diproyeksikan sebesar  Rp1,34 triliyun terealisasi Rp1,29 triliyun atau sebesar 95.82%. pencapaian tersebut merupakan kerja keras bersama semua instansi dan dukungan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), di hadapan para anggota DPRD Waykanan, pada sidang paripurna LKPJ, diruang rapat utama gedung rakyat setempat, Selasa (30/02/2021). 

Adipati menjelaskan,  Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) merupakan laporan yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menyangkut pertanggungjawaban kinerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah tahun anggaran 2020 dan sebagai sarana evaluasi kinerja penyelengaraan urusan pemerintahan untuk perbaikan kedepan.

SecaraSecara substansi, LKPJ tahun 2020 merupakan hasil evaluasi atas penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Waykanan selama  satu tahun anggaran, dengan tolok ukur kinerja berdasarkan pencapaian target pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2020 yang merupakan penjabaran tahunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten setempat  tahun 2016-2021.

Menurutnya, capaian pelaksanaan program dan kegiatan serta permasalahan dan upaya penyelesaian setiap urusan pemerintahan; Kebijakan strategis yang ditetapkan oleh kepala daerah dan pelaksanaannya; dan tindak lanjut rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun Anggaran sebelumnya.

“Seperti sama-sama kita ketahui pada tahun 2020, terjadi pandemic covid 19 yang mempengaruhi hampir keseluruhan sendi kehidupan. Akibat pandemik covid 19 tersebut telah membuat tekanan berat bagi pelaksanaan pembangunan di daerah. Berkurangnya pendapatan yang berasal dari dana transfer dan adanya kebijakan refocusing serta realokasi anggaran tidak hanya menyebabkan penundaan beberapa agenda pembangunan daerah, tetapi juga terjadi perubahan skenario pembangunan,” katanya.

Selain itu, kata Adipati, akibat Covid 19 juga berdampak pada kapasitas dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur.  Berdampak juga pada capaian kinerja tahun 2020, berikut ini saya sampaikan perkembangan kondisi Kabupaten Waykanan dari aspek, fokus dan indikator kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Waykanan Tahun 2020 

Penduduk Kabupaten Way Kanan tahun 2020 hasil sensus penduduk oleh BPS berjumlah 473.575  jiwa yang terdiri dari 242.874 jiwa penduduk laki-laki dan 230.701 jiwa penduduk perempuan, bila dibandingkan dengan penduduk pada tahun 2019 yang berjumlah 450.109 dengan jumlah penduduk laki-laki 231.494 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 218.615 jiwa.

Dari sisi pembangunan sumberdaya manusia juga terus dilakukan, hal ini terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia yang pada tahun 2019 sebesar 67,19 meningkat menjadi 67,44 pada tahun 2020. Hal ini ditopang oleh semakin baiknya angka harapan hidup, angka rata-rata lama sekolah, angka harapan lama sekolah, dan angka pengeluaran perkapita yang disesuaikan. 

Angka harapan hidup terus mengalami peningkatan, di tahun 2019 baru mencapai 69,27 tahun meningkat pada tahun 2020 menjadi 69,40 tahun.

Angka rata-rata lama sekolah juga mengalami peningkatan, di tahun 2019 baru mencapai 7,39 tahun meningkat pada tahun 2020 menjadi 7,70 tahun.

Angka harapan lama sekolah tahun 2019 sebesar 12,35 tahun meningkat pada tahun 2020 menjadi 12,36 tahun. Angka pengeluaran perkapita disesuaikan tahun 2019 sebesar Rp.9.292.000,- meningkat pada tahun 2020 menjadi Rp. 9.102.000,-

Terjadinya pandemic dan resesi ekonomi berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Way Kanan, dimana pada tahun 2019 masih tumbuh sebesar 5,17% namun pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 1,16%. Selain itu juga berpengaruh pada PDRB Perkapita Kabupaten  Way Kanan yang pada tahun 2019 masih sebesar Rp. 31.101.996 menurun menjadi  Rp. 30.925.573 di tahun 2020. 

Sedangkan untuk PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Kabupaten Way Kanan terus meningkat meskipun relatif kecil dari tahun 2019 sebesar Rp. 13,999 trilyun meningkat menjadi Rp. 14,037 trilyun. 

Untuk kesejahteraan masyarakat juga semakin membaik, hal ini terlihat dari menurunnya angka kemiskinan, yang pada tahun 2019 angka kemiskinan sebesar 13,07% menurun menjadi 12,90% pada tahun 2020.

Dari berbagai indikator makro tersebut di atas, kita semua dapat melihat, bahwa pembangunan di Kabupaten Way Kanan telah berlangsung cukup dinamis, dengan berbagai pertumbuhan dan target-target yang telah dicapai.

 Adanya pandemic covid 19 juga berpengaruh pada struktur APBD Kabupaten Way Kanan. Berdasarkan Kinerja Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah Kabupaten Way Kanan selama Tahun 2020 dapat kami sampaikan sebagai berikut:

Dari sisi belanja daerah, pada tahun anggaran 2020, belanja daerah ditargetkan sebesar Rp.1.308.261.628.365,70 (satu trilyun tiga ratus delapan milyar dua ratus enam puluh satu juta enam ratus dua puluh delapan ribu tiga ratus enam puluh lima koma tujuh puluh rupiah) dapat terealisasi Rp. 1.237.081.663.256,87 (satu triliun dua ratus tiga puluh tujuh milyar delapan puluh satu juta enam ratus enam puluh tiga ribu dua ratus lima puluh enam koma delapan puluh tujuh rupiah) atau sebesar 94,56%. 

Kemudian pada sisi pembiayaan pada Tahun Anggaran 2020 penerimaan pembiayaan yang berasal dari silpa tahun 2019 yaitu sebesar Rp. (7.658.967.647,01) (minus tujuh milyar enam ratus lima puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh tujuh ribu enam ratus empat puluh tujuh rupiah koma satu rupiah) dan terealisasi                                    Rp. (7.660.127.647,01) (minus tujuh milyar enam ratus enam puluh juta seratus dua puluh tujuh ribu koma satu rupiah) atau terealisasi 100,02%. 

Sedangkan  pengeluaran pembiayaan ditargetkan sebesar Rp. 31.185.087.500,00 (tiga puluh satu milyar seratus delapan puluh lima juta delapan puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) dapat terealisasi sebesar Rp. 30.590.877.500,00 (tiga puluh milyar lima ratus sembilan puluh juta delapan ratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) atau 98,09 %. 

Laporan : Kuntar

Editor : Yana




0 Dilihat

Tidak ada komentar

Hubungi Kami