Header Ads Widget

Blunder, Pemeriksaan Dugaan Kebocoran RSD Ryacudu Kotabumi, Hutang Rp11 M Diduga Nguap

 

dr. Cholief

Gentamerah.com ||  Lampung Utara - Terkait hasil joint audit yang dilakukan inspektorat dan BPKP perwakilan Lampung beberapa waktu lalu, adanya dugaan kebocoran anggaran di rumah sakit daerah (RSD) Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, sehingga mengalami hutang belasan milyar, hanya didapat alasan karena adanya overload pegawai di RSD setempat.

Kendati salah alasan hutang Rp11Milyar akibat  overload pegawai, ternyata banyak pegawai yang jasa pelayanannya (Jaspel) tidak dibayarkan dari tahun 2020.

“Tadi sudah dibahas dan sudah di sampaikan tunggu saja rilis hasil resminya, “ kata Kepala inspektorat Lampura, H. M. Erwinsyah, S.STP., M.Si, di ruang kerjanya, usai rapat internal dengan management rumah sakit, dewan pengawas BLUD dan PLT kepala dinas kesehatan, di aula kantor inspektorat setempat, Kamis (12/08/2021).

Menurut dia, overload pegawai menjadi salah satu timbulnya hutang itu. "Ya salah satu itu, karna memang dapat rekomendasi atau tidak, makanya segera dievaluasi ulang, alasan membebani jasa pelayanannya,"ujarnya.

Erwinsyah mengaku saat ini jumlah nakes yang dirumah sakit tersebut sebanyak 270 orang, padahal efisiensinya hanya sekitar 100 orang.

"Kalau berdasarkan Permenkes yang kita butuhkan hanya 95 orang saja, dua pertiga dari jumlah BAD rumah sakit type c," terang dia.

Terkait isentif bagi nakes yang ada, Erwinsyah mengaku sesuai dengan aturan perbup.

"Sesuai Perbup, 60 persen dari pendapatan rumah sakit selaku BLUD. Dan belum terbebani oleh operasional lainnya, seperti obat-obatan, makan minum pasien itukan dibebani semua, dan memang BLUD ideal tidak mendapat operasional bantuan dari APBD,” kata Erwinsyah.

Alasan beban operasional tinggi, termasuk nakes berlebihan, pendapatan juga berkurang dimasa pandemic covid, sehingga berakibat kesulitan keuangan.

"Sedangkan biaya operasional itu terus dan tetap, biaya keamanan seperti satpam, cleaning servis, itu tetap harus berjalan, itu juga yang membebani, jadi nanti hasil lengkapnya akan kita rilis juga," kata dia.

Erwinsyah menjelaskan, Perbup  yang mengatur  Jaspel atau remunerasi untuk pembagian isentif kepada pegawai nakes ,  Perbup nomor 12 tahun 2014.

Imam Sampurna, wakil tim koordinator Irbanwil 5 mengatakan, bahwa remunerasi itu tidak masuk dalam beban, karna remunerasi sifatnya isentif. “Kalau dia Jaspel, maka masuk beban dalam rumah sakit, jadi kita saat audit berkaitan dengan beban dan hutang. Beban sumbernya dari Jaspel, dan kita tidak masuk dalam remunerasi. Remunerasi ini mungkin dari isentif, karna kita kemarin kan baru batasi sampai situ, tetapi inshaAllah kita punya tahap selanjutnya," katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, bahwa pada 31 Oktober 2018, bupati lampung Utara mengirim surat hasil audit rumah sakit setempat dengan nomor 700/426/12-LU/2018 perihal hasil pemeriksaan BPK RI perwakilan Lampung yang ditunjukan kepada rumah sakit daerah Mayjend HM Ryacudu Kotabumi. Berdasarkan LHP BPK RI perwakilan provinsi Lampung Nomor : 34/LHP/XVIII.BLP/10/2018 pada tahun 2018 ,Sehubungan dengan hasil pemeriksaan tersebut, terdapat temuan penerapan remunerasi pegawai belum ditetapkan dalam peraturan daerah.

Dan setelah itu keluar lagi perbup nomor 12 tahun 2019 tentang sistem perhitungan jasa pelayanan unit pelayanan teknis daerah (UPTD) RSD Mayjend HM Ryacudu.

Penulusuran media ini, seharusnya, terkait hal tersebut merujuk kepada Permendagri no 79 tahun 2018 seperti yang diamanatkan peraturan kementerian dalam negeri (Kemendagri) tentang badan layanan umum daerah.

Sementara itu, Direktur rumah sakit daerah (RSD) Mayjend HM Ryacudu Kotabumi,  Dr. Cholief mengatakan, bahwa hasil audit diakuinya sangat bagus.

"Untuk hasil audit bagus, karena dia mengaudit dibidang tertentu dan tidak semuanya. Bidang hutang di vendor obat, jadi itu saja yang diaudit," katanya.

Berkiatan dengan masalah  keuangan dirumah sakit,  kata Cholief, belum di audit.

Saat ditanya pegawai nakes yang belum terbayarkan hingga sampai sekarang ini, Cholief berjanji akan segera  membayarkannya. "Saya sudah janjikan kepada mereka, kita kan bekerja, misalkan ada hasil, kita bagikan diakhir bulan ini,"katanya

Penulis : Gian Paqih

Editor : Seno

Dilihat 0 kali

Posting Komentar

0 Komentar