Header Ads Widget

Disdikbud Lampura Kibarkan Bendera Merah Putih Robek, Kadis Beralasan Sudah Disuruh Ganti

 

Disdikbud Lampura Kibarkan Bendera Merah Putih Robek, Kadisdikbud Beralasan Sudah Disuruh Ganti

 

Gentamerah.com || Lampung Utara – Kendati peringatan hari kemerdekaan ke 76 Tahun sudah diambang pintu, kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, kibarkan bendera merah putih kusam dan sobek. Hal itu terlihat dari tiang bendera kantor dinas setempat yang terpampang halaman kantor tersebut.

Untuk diketahui berdasarkan penulusuran media ini, pengibaran bendera robek tersebut bertentangan dengan UU berdasarkan Undang-undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan.

Yakni apabila seseorang sengaja mengibarkan bendera merah putih yang dinilai tak layak. Dan sanksi pidana tersebut sudah di atur dalam pasal 24 huruf c yang isinya mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dengan ketentuan pidana Pasal 67 huruf b. Isinya, apabila dengan sengaja mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c, maka dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Hal tersebut juga menjadi sorotan keras dari element masyarkat yang melihat Bendera robek di depan tiang dinas pendidikan tersebut.

"Yang namanya pemerintah itu adalah selaku pengayom masyarakat, artinya memberi suritauladan kepada masyarakat tapi fakta nya hari ini kita saksikan ini sangat sangatlah terlalu," kata Aan Dekarie saat di wawancarai media ini di depan Dinas setempat, Selasa (3/8/2021).

Dijelaskannya, berarti baik dari tingkatkan pimpinan hingga bawahan yang membidangi pasilitas kantor ini tidak menganggarkan ini.

"Tidak di anggarkan atau memang tidak fokus kepada hari bersejarah bangsa kita dan ini perlu dipertanyakan moralitasnya, dan moralitas pengertiannya, gimana sih perhatiannya bahwa ini pada bulan Agustus setiap Agustus kita melaksanakan 17 Agustus. Milyaran dana kita habis, nyawa pertaruhannya. Tapi hingga sampai hari ini terbukti, bendera tidak diganti," tegasnya.

Mudah-mudahan cukup sekali ini, kata Aan Dekarie dan mudah-mudahan ini suatu kebijakan kedepan untuk kesadaran diri sebagai warga negara yang cinta kepada NKRI.

"Jangan bilang kalau cinta kepada NKRI tapi tidak berani berubah, tidak berubah sekarang atau tidak sama sekali. Ini tidak etis ini adalah kantor yang namanya diknas yang memberikan sebuah pendidikan terhadap Yang memberikan pendidikan terhadap anak-anak bangsa, tapi hari ini memberikan pendidikan yang sangat buruk bagi saya, tetapi kita tetap memakai azas tak bersalah mungkin ini terbengkalai, mudah-mudahan kedepan ini menjadi sorotan yang paling utama dari pada yang ada," pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara saat di konfirmasi tidak membantah terkait bendera yang sudah kusam yang ada di kantor Dinas setempat. Dirinya juga sampaikan kepada yang mengurus agar dapat di ganti dengan yang baru.

"Saya sudah sampaikan hari di hari Jum'at kemarin kepada yang berhak mengurus masalah bendera itu, supaya segera di ganti dengan yang baru. Apalagi kita ini akan menghadapi perayaan dibulan perayaan kemerdekaan," kata Kepala Disdikbud Lampura, DRS. Mat Soleh, M.Pd, saat di wawancarai media ini, diruang kerjanya, Senin (2/8/2021).

Dirinya juga sudah perintahkan agar sekarang juga kepada yang mengurus, untuk segera di ganti bendera itu dengan yang baru.

"Oleh sebab itu, saya sampaikan kepada staf-staf jajaran saya, kita lihat jangan dari bendera tapi kita melihat dari simbol nya itu," katanya.

Mat Soleh juga berharap semoga ini tidak akan terulang lagi, dia juga sudah menyampaikan kepada semua staf untuk menghargai simbol-simbol Kenegaraan baik itu Bendera, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila itu wajib," kilah dia. (Gian Paqih)

Dilihat 0 kali

Posting Komentar

0 Komentar