Header Ads Widget

Dugaan Kebocoran Anggaran RSUD Ryacudu, Kejari Lampura Masih Menunggu Audit BPKP

 

Dugaan Kebocoran Anggaran RSUD Ryacudu, Kejari Lampura Masih Menunggu Audit BPKP
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara, I Kadek Dwi Ariatmaja,

Gentamerah.com || Lampung Utara - Hingga kini Kejari Lampung Utara (Lampura) belum menerima hasil audit RSUD Ryacudu Kotabumi,  yang dilakukan inspektorat dan BPKP, terkait dugaan kebocoran anggaran yang ada dirumah sakit plat merah tersebut, guna menindaklanjuti laporan salah satu ormas yang ada di kabupaten setempat.

"Inspektorat bersama BPKP masih melakukan audit, hasilnya kami belum dapat perkembangannya seperti apa," kata Kasi Inteljen Kejari Lampura, I Kadek Dwi Ariatmaja, saat di wawancarai media ini usai menghadiri acara paripurna digedung DPRD setempat, Senin (9/8/2021).

Kadek berjanji, akan berkoordinasi lebih lanjut untuk itu. "Kami akan menunggu hasil dari inspektorat, nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut," ujarnya.

Diketahui indikasi kebocoran anggaran rumah sakit daerah (RSD) Mayjend HM Ryacudu Kotabumi yang dilaporkan organisasi masyarakat (ormas) dewan pimpinan daerah Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (DPD GMPK) Lampung Utara, yang telah dilayangkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampura pada 15/03/2021 yang lalu, RSUD itu mempunyai hutang belasan Milyar Rupiah.

Berdasarkan penulusuran  gentamerah.com, hingga saat ini, tenaga kesehatan rumah sakit tesebut belum terbayarkan jasa pelayanan yang mencapai 11 bulan.

"Ya, sampai saat ini saya belum pernah menerima jasa pelayanan dari rumah sakit dari bulan 8 atau 9 tahun 2020 sampai saat ini," ujar salah satu pegawai nakes setempat yang enggan di sebutkan namanya.

Sementara, saat di hubungi beberapa waktu lalu Wakil koordinator tim khusus Irbanwil V inspektorat Lampura melalui Imam sampurna mengatakan bahwa tim nya lagi tahapan finalisasi dan nanti hasil audit akan disampaikan kepada pimpinan.

"Kami masih dalam tahapan finalisasi mungkin perkiraraan minggu depan kami akan sampaikan hasil audit terkait hutang ke pimpinan, nanti kalau sudah kami selesaikan dikasi info," kata dia.

Saat ditanya apakah audit tersebut baru sampai titik hutang ke distributor, dan apakah terkait audit keuangannya belum sampai tahapan tersebut, dirinya membenarkan terkait itu.

"Iya benar nanti akan kita jelaskan terkait tahapan-tahapan nya, kita juga terkendala karena kondisi covid ini ," terangnya.

Saat di tanya lagi terkait pembagian Jasa pelayanan RS setempat apakah sudah sesuai dengan aturan perbup yang ada. Ia juga mengatakan nanti akan diberikan informasi selanjutnya terkait hal itu

"Ini kita lagi bedah tahap akhir dengan BPKP nanti kalau sudah selesai baru bisa kita berikan informasinya," pungkasnya.

Laporan :(Gian Paqih)

Editor : Seno

Dilihat 0 kali

Posting Komentar

0 Komentar