Header Ads Widget

RSUD “Hutang Rp11 Milyar”, Audit Aman

 

Lentera Hati "gentamerah.com"

“Hutang  Rp11 milyar, mengerikan ya. Ini Rumah sakit milik pemda, lah yang ngeri lagi hasil audit katanya karena adanya overload pegawai. Emang brapa gaji pegawainya, lha wong sopir Ambulance aja sempat nunggak berbulan-bulan,” celoteh seorang kawan, disebuah warung Bakso kerikil, tepat di samping SPBU Kotabumi.

Aku mendengarkan celoteh itu dengan cukup serius, apalagi masalah duit, sambil menikmati bakso yang tinggal kuahnya, sengaja kububuhi sambal banyak agar pedas, dan membuat mata jadi melek. Kayak keinginanku, harusnya mereka melek yang pada mengaudit, tidak “mejam” dengan dugaan korupsi.

“Waduh, obat gimana obat,” tipalku sekenanya.

“Lah, ya sempat klimpungan tu direktur yang baru, karena tidak punya stok, dan mau ambil lagi gak bisa, karena masih punya hutang dengan penyedianya,” kata sahabatku, sambil ngunyah bakso kecil-kecil, makanya dibilang kerikil, seperti masalah ini yang akan disulap jadi kerikil kecil dan lama-lama menghilang tertelan “kong kalingkong”.

Kawan yang duduk disebalahku masih terlihat asyik menambahkan sambal dikuah baksonya, katanya kurang pedas sambalnya, mungkin peramunya sengaja menciptakan sambal tak pedas, biar berapapun yang dimasukan tidak terasa dan hilang begitu saja. Ntah, alibinya apa sehingga dibuat seperti itu, yang jelas menambah nikmat pemakannya, walau banyak tapi aman, seperti amannya permainan anggaran rumah sakit itu.  

Rokokku sudah mulai menepis, dibunggkus. Bahkan yang kuhisap juga mulai habis, sudah berbatang-batang  aku menghisapnya, menunggu hasil obrolan mereka. “Tu ada sebuah surat yang menyatakan hutan rumah sakit itu nyata. Masalah kemana-mana ya gak usah ditunggui hasil auditnya, karena sekarangpun mulai terbaca, “ Aman”.

“Aman gimana,” sergakku.

“Ya aman, sudah ada alibinya, itu karena overload pegawai. Mungkin dalam satu bulan pegawainya bergaji puluhan juta. Pegawai yang mana dulu,” kata kawan sambil tertawa terbahak.

Ah, bakso sudah habis, aku mulai ajak mereka bergeser. “Waduh duitnya tadi sudah kubagi-bagi disana tadi, jadi ga cukup buat bayar bakso. Apa ngutang dulu ya, aman lah, kapan-kapan kesini lagi,” ujar dia, sambil garuk-garuk kepala. ***

 

 

 

Dilihat 0 kali

Posting Komentar

0 Komentar