Headline

Kadis PMD Persoalkan Terkait Anggaran Covid 19 Desa Rejomulyo Dibelikan Sembako

 

Kadis PMD

Laporan : Andi Sunarya

Gentamerah.com || Mesuji – Kepala Dinas (Kadis ) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mesuji Lampung, menyoroti terkait pembelian peket Sembako yang dibagikan kepada warga dengan mengunakan anggaran delapan  persen dari Dana Desa (DD) oleh Sukiman, Kepala Desa Rejomulyo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten setempat.

Kadis PMD Mesuji,  Anwar Pamuji,SE mengatakan, anggaran Penanganan Covid-19 sebesar  delapan persen dari jumlah besaran pagu DD tersebut secara spesifik memang kegunaannya untuk penanganan pandemi Covid-19.

"Delapan persen anggaran Dana Desa itu mestinya dibelanjakan untuk penanganan, misal pembelian Handsanitaizer, Masker, untuk masyarakat, serta Disinfektan untuk melakukan penyemprotan di sarana fasilitas umum,"terang Anwar kepada wartawan belum lama ini.

Pembelian sembako diperbolehkan, kata  Anwar, akan tapi saat Pemerintah Desa melakukan isolasi terhadap warga yang terpapar Covid-19. "Tapi kalau dibagikan langsung ke masyarakat ya berdasarkan aturannya ya salah,"terangnya.

Diberitakan sebelumnya, anggaran penanganan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) oleh pemerintah Desa di Kabupaten Mesuji, alih-alih memutus rantai penyebaran virus, pemerintah Desa malah memilih memberikan bantuan sembako kepada warganya.


Baca Juga : Parah, Anggaran Covid di Desa Rejomulyo Tidak Sesuai Keperuntukanya

Seperti yang terjadi di Desa Rejomulyo, Kecamatan Way Serdang, dari anggaran senilai Rp.56 juta dari 8 persen anggaran dana desa, Kepala Desa Rejomulyo Sukiman memilih  membagikan sembako kepada sebanyak 16 Kepala Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Kita bagikan sembako mas, ke masyarakat dari anggaran 8 persen dana desa tahun ini bagi sebanyak 16 KPM,"terangnya.

Saat ditanya lagi, terkait ada atau tidaknya pengadaan alat penanganan Covid di desa? Sukiman mengaku jika pihaknya sudah membeli berbagai peralatan penanganan covid di desanya,"Tapi belum di gunakan, dan masih kami simpan di balai desa,"jawabnya singkat.

Sementara Terpisah Wakil Ketua Badan Permusyawartan Desa (BPD) Desa Rejo Mulyo Misdi, mengaku jika pihaknya tidak tahu secara rinci. Kendati demikian, pihaknya tidak tahu secara rinci terkait apa saja pengunaannya.

"Yang saya tahu pemerintah desa memang membagikan masker, tapi yang lain misal penyemprotan Disinfektan pada sejumlah fasilitas umum terutama saat menjelang pelaksanaan sholat idul fitri kemarin tidak ada,"ungkapnya.

Untuk diketahui, jika merujuk pada, Peraturan Presiden (PERPRES) No 104 Tahun 2021, Pada Pasal 5 Ayat (4) Tentang Penggunaan Dana Desa Tahun 2022. Dan peraturan Kementrian kementrian Desa(permendes) Nomor 7 Tahun 2021 tentang prioritas pengunaan dana desa, salah satu pointnya, adalah desa wajib menganggarkan minimal 8 persen dari jumlah pagu DD nya untuk penanganan penyebaran covid-19.

Editor : Nara Sukarna

close