Headline

Terima Kunjungan DPR RI, Bupati Waykanan : BLT Kampung Dikucurkan Rp69,919 M

 

Terima Kunjungan DPR RI, Bupati Waykanan : BLT Kampung Dikucurkan Rp69,919 M

Laporan : Kuntar

Gentamerah.com || Waykanan  - Upaya pemulihan ekonomi melalui kegiatan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dialokasikan minimal 40% dari pagu dana desa yang diterima, pada tahun 2022 total anggaran untuk BLT Desa sebesar Rp69.919.200.000, yang dianggarkan untuk 19.422 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Hal itu diungkapkan Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya, SH, MH saat  menyambut kunjungan Komisi XI DPR RI, Ir. H.A Junaidi Auly, MM dan Anggota VII BPK RI, Dr. Hendra Susanto, ST, M.Eng, MH, di GSG, Selasa (28/6/2022).

Bupati Waykanan, Adipati mengatakan, kunjungan Kerja Anggota Komisi XI DPR-RI dan Anggota VII BPK-RI di Kabupaten Waykanan sebagai tindak lanjut komitmen daerah dalam rangka menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bertanggungjawab dan akuntabel.

"Dengan adanya kunjungan kerja ini tentunya akan bermanfaat untuk mengedukasi terhadap pelaksanaan tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang taat azas dan taat hukum terutama dalam tata kelola pemerintahan desa," kata Adipati.

Adipati menjelaskan,  berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/pmk.07/2021 tentang Pengelolaan Dana Desa, Kabupaten Waykanan menerima Pagu Dana Desa pada tahun anggaran 2022 sebesar Rp.183.269.898.000, yang dialokasikan ke 221 Kampung, sesuai peruntukannya baik reguler maupun Dana Desa untuk BLT yang telah direalisasikan sesuai dokumen perencanaan yang telah ditetapkan.

"Dana Desa tahun 2022 masih memprioritaskan penanggulanganbencana non alam Covid-19, baik penanganan dan pencegahan melalui alokasi 8% dari Dana Desa,"jelasnya.

Pemerintah Desa juga harus mengalokasikan 20% dari pagu Dana Desa untuk kegiatan ketahanan pangan, total anggaran yang telah dialokasikan oleh 221 kampung untuk kegiatan tersebut sebesar Rp. 36.653.979.600. “Hl ini tentu saja salah satu upaya pemulihan ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan di kampung, baik dari sektor pertanian, perkebunan, pertanian maupun perikanan,” kata dia.

Selaras dengan itu, berdasarkan implementasi Undang - Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta pendamping desa, pada tahun 2022 ini klasifikasiIndek Desa Membangun (IDM) Kabupaten Waykanantelah mengarah kepada hal positif, dari 221 Kampung yang ada, diantaranya 10 kampung dalam status mandiri sementara 54 kampung berstatus maju 155 kampung berstatus berkembang dan tersisa 2 kampung berstatus tertinggal.

Selain Dana Desa, Pemerintah kampung memperoleh pendapatan yang bersumber dari APBD berupa Alokasi Dana Kampung dan Bagi Hasil Pajak. Tahun 2022 alokasi Dana Kampung, yang diberikan sebesar Rp. 86.948.762.640, Alokasi Dana ini digunakan oleh kampung untuk memenuhi kebutuhan pembayaran Penghasilan tetap Kepala kampung beserta perangkat, tunjangan BPK dan Operasional Pemerintah Kampung,dengan besaran penghasilan yang diberikan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang.

Tahun 2022  Pemkab Waykananmengalokasikan dana sebesar Rp.2,5 miliar, dimana masing-masing kampung mendapatkan alokasi anggaran yang berbeda, sesuai dengan indikator  perhitungan yang telah ditentukan.

Editor : Seno

close