Headline

Perjuangkan Tapal Batas Wilayah Adat, Tokoh Adat Buay Perja SBM Dirikan Plang Perbatasan

 

Perjuangkan Tapal Batas Wilayah Adat, Tokoh Adat Buay Perja SBM Dirikan Plang Perbatasan

Laporan : Gian Paqih

Gentamerah.com || Lampung Utara - Polemik tapal batas tokoh adat Sungkai Bunga Mayang Semakin memanas, pasalnya Para tokoh adat Buay Perja Sungkai Bungamayang (SBM) terus memperjuangkan tapal batas wilayah antara kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang berada di Way Pengacaran.

Selain para tokoh adat, Ratusan massa yang berasal dari adat Buay Perja Sungkai Bungamayang dan 11 desa se - kecamatan Muara Sungkai berkumpul diperbatasan guna ikut memperjuangkan hak wilayah adat Buay Perja dengan cara memasang 2dua buah Plang Perbatasan di Way Pengacaran, Senin (29/8/2022).

Aksi yang melibatkan ratusan massa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian resort Lampung Utara dan TNI Kodim 0412. Nampak hadir ditengah-tengah aksi Kapolres Lampura, AKBP Kurniawan Ismail, Kasat Reskrim, Kasat Intel dan Kasat Narkoba Polres Lampura, Danramil Sungkai Selatan, Camat Muara Sungkai, Darmin dan seluruh kepala Desa se-kecamatan setempat.

Baca Juga
: Tolak Pengkaliman Wilayah Adat, Para Tokoh Adat MargaSungkai Bunga Mayang Berkumpul

Nurdin gelar Tuan Raja Marga Muda, salah satu tokoh adat Buay Perja Sungkai Bungamayang menegaskan, bahwa aksi yang dilakukan tersebut merupakan aksi lanjutan atas penolakan pemekaran wilayah Tiyuh Tanjung Selamat adat Buay Bulan Tubaba.

Tuan Raja mengungkapkan, Pemasangan plang tapal batas wilayah adat merupakan hasil keputusan Sidang Adat yang dilakukan oleh para tokoh adat Buay Perja Sungkai Bungamayang beberapa hari lalu.

"Aksi ini tergugahnya hati para tokoh adat untuk memperjelas kepada semua pihak batas wilayah antara marga Sungkai Bungamayang dan marga Buay bulan kepada anak dan cucu kita agar kedepannya tidak terjadi tumpang tindih," katanya.

Menurutnya, aksi itu untuk memperjuangkan hak wilayah administrasi adat, bukan administrasi pemerintahan.

"Kalau untuk pemerintahan kami tidak ikut campur, Tapi hari ini perlu kami sampaikan kepada pihak pemerintah pada hari ini kami menentukan sikap agar pemerintah tidak semena-mena melewati batas wilayah adat Buay Perja Sungkai Bungamayang. Karena tanah ini diberikan nenek moyang kami.Jadi kita akan tetap pertahankan perbatasan wilayah adat Buay Perja Sungkai Bungamayang yang berada di Way Pengacaran ini," ujarnya.

Dalam aksi ini para tokoh adat Buay Perja Sungkai Bungamayang yang terdiri dari Buay Indor Gajah, Buay Selembasi, Buay Perja, Buay Dibintang, Buay Harayap, Buay Semenguk, Buay Liwa menyatakan sikap, menolak terhadap terbitnya Surat Keputusan Gubernur Lampung atas penegasan Tapal Batas antara Kabupaten Lampung Utara den Tulang Bawang Barat, Menolak secara tegas terhadap Rencana Pemekana Definitip (Tiyuh Tanjung Selamat)  Kabupaten Tulang Bawang Barat yang Wilayahnya masuk dalam Wilayah Adat Marga Bunga Mayang Sungkai ( Wilayah adat Buai Perja Marga Bunga Mayang) secara Administrasif berada di Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara.

Kemudian mengecam segala tindakan atau Keputusan Pemerintah yang tidak menghargai atas Perjanjian Besluit Residen Lampung Tanggal 28 September 1928, tentang batas Marga Banga Mayang Sungkai, dan meminta kepada Bupati Lampung Utara dan Gubernur Lampung untuk segera mendirikan Tugu Batas atas Kabupaten Lampung Utara dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat, letak tugu tersebut harus Tepat dibatas Buay Perja Marga Bunga Mayang tepat berada di Way Pengacaran.

Editor : Kan’s

close